Ekonomi Dunia 2023 Gonjang-ganjing, OJK Ramal Nasib Indonesia

Jumat, 14 Oktober 2022 – 17:09 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi memberikan pandangannya terkait perekonomian Indonesia pada 2023. Ilustrasi/foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi memberikan pandangannya terkait perekonomian Indonesia dalam gejolak ekonomi global 2023.

Menurutnya, Indonesia mampu bertahan dari gejolak ekonomi, termasuk dari ancaman resesi dan risiko stagflasi global, melalui sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang erat.

BACA JUGA: Selain Aspek Ekonomi, Program ADWI Diharapkan Mampu Memperkuat Sosial Budaya

"Optimisme saya didasarkan pada kenyataan bahwa kita telah berhasil mengatasi tantangan besar dari pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Inarno dalam Capital Market Summit an Expo (CMSE) 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (14/10).

Inarno menyadari keadaan ekonomi global saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian.

BACA JUGA: Ekonom: Ekonomi Indonesia Akan Mampu Hadapi Ancaman Krisis Global

Ketidakpastian global terjadi karena di tengah tantangan perjuangan untuk keluar dari pandemi COVID-19, negara-negara di seluruh dunia juga dihadapkan pada munculnya risiko baru yang jauh lebih kompleks dari sebelumnya.

"Risiko tersebut muncul dari ketegangan geopolitik yang telah menyebabkan perang dan gangguan rantai pasokan, sehingga mengakibatkan lonjakan harga berbagai komoditas," bebernya.

BACA JUGA: IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi China Terjun Bebas, Begini Reaksi Beijing

Namun, di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global dengan potensi spillover atau limpahan ke pasar keuangan domestik.

Pemerintah tetap optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Hingga saat ini ekonomi domestik tetap terjaga dan bahkan masih tumbuh sebesar lima persen selama tiga kuartal terakhir berturut-turut," ucap dia.

Oleh karena itu, OJK selalu proaktif dan kolaboratif mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga dan mendorong stabilitas ekonomi domestik.

"Untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional," tegas Inarno. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler