Ekonomi Global Bergejolak, Apa Kabar Kondisi Indonesia? Sri Mulyani Bilang Begini

Kamis, 11 Mei 2023 – 06:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan di tengah kondisi ekonomi global yang menantang saat ini ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan di tengah kondisi ekonomi global yang menantang saat ini ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik.

"Ekonomi Indonesia berkinerja relatif baik atau bahkan mendekati excellent," kata Menkeu Sri Mulyani dalam 2nd International Conference on Muslim World Economy and Business (ICMWEB) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (10/5).

BACA JUGA: Sri Mulyani Beri Peringatan, Ada Masalah yang Lebih Parah dari Pandemi Covid-19

Menkeu Sri Mulyani menuturkan Indonesia termasuk negara keempat dengan penduduk terpadat di dunia dan sepuluh ekonomi terbesar dengan pertumbuhan sektor e-commerce tercepat setelah Vietnam.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan keberhasilan penanganan COVID-19 tidak hanya memberikan kepercayaan diri tetapi juga percepatan momentum pemulihan ekonomi.

BACA JUGA: Anak Buah Sri Mulyani Klaim Terus Mereformasi Sistem Perpajakan di Indonesia

"Bahkan, Indonesia mencatat enam triwulan berturut-turut dengan pertumbuhan di atas 5 persen," ucap Sri Mulyani.

Selain itu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,31 persen sepanjang 2022, dan pada kuartal I-2023 sebesar 5,03 persen.

BACA JUGA: Sri Mulyani Beri Kabar Tak Sedap soal Pemulihan Ekonomi, Bikin Deg-degan

Padahal, kata Sri Mulyani, kondisi global menyebabkan banyak negara memburuk, pertumbuhan ekonomi melemah, inflasi sangat tinggi, serta defisit terus melebar.

"Ini adalah Indonesia yang sangat sukses dalam mengelola ketidakpastian ekonomi global dan juga fragmentasi, tetapi di sisi lain juga penanganan dari COVID-19 menjadi upaya bersama yang terkoordinasi untuk memulihkan ekonomi dengan cara yang sangat efektif," ujarnya.

Sebagai hasilnya, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus kuat, dan inflasi telah berkurang tanpa kenaikan suku bunga secara berlebihan oleh bank sentral untuk menjinakkan inflasi.

PMI manufaktur Indonesia juga tumbuh lebih kuat dari 51,9 pada Maret 2023, meningkat menjadi 52,7 persen pada April 2023.

"Konsumsi rumah tangga juga meningkat," kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, meski pandemi COVID-19 telah menurun secara signifikan dan baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa darurat kesehatan global COVID-19 berakhir tahun ini.

Namun, perang antara Ukraina dan Rusia dan ketegangan geopolitik yang telah menciptakan tekanan besar pada harga komoditas dan menyebabkan ketidakpastian global.

Fragmentasi geoekonomi menjadi semakin dalam dan melebar. Akibatnya, inflasi di banyak negara maju meningkat bahkan di negara berkembang.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memproyeksikan dalam World Economic Report bahwa ekonomi global akan melambat cukup signifikan yakni hanya tumbuh 2,8 persen pada 2023 dibandingkan tahun lalu 3,4 persen, dan untuk tahun depan diperkirakan sedikit membaik ke level 3 persen.

"Sayangnya, lanskap ekonomi global menghadapi banyak tantangan dan mengancam pemulihan ekonomi global," tegas Sri Mulyani. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler