Ekonomi Melambat, Kadin Minta Kegaduhan Domestik Dihentikan

Senin, 11 Mei 2015 – 16:23 WIB
ilustrasi

jpnn.com - JAKARTA- Kamar Dagang Indonesia meminta kegaduhan politik di dalam neeri segara dihentikan. Pasalnya, kegaduhan itu membuat ekonomi Indonesia melambat pada kuartal pertama 2015 ini.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama hanya menyentuh angka 4,7 persen. Kondisi ini dinilai kurang menguntungkan bagi roda perekonomian domestik.

BACA JUGA: AirAsia Indonesia Hadirkan E-Boarding Pass di Bandara Soetta

“Kita semua tahu penyerapan APBN masih di bawah 20 persen, maka terjadi perlambatan ekonomi,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur dalam keterangan persnya, Senin (11/5).

“Perputaran uang yang menguap diperkirakan mencapai Rp 5 triliun per hari karena kegaduhan-kegaduhan itu yang membuat ekonomi tidak bisa mencapai target pertumbuhan 5,3 persen,” kata Natsir.

BACA JUGA: Investor Tiongkok Jajaki Program Satu Juta Rumah

Menurutnya, selain kenaikan kurs dollar secara signifikan, indeks saham dan daya beli masyarakat juga menurun. Dia mengatakan perizinan yang tumpang tindih pun menjadi penyebab turunnya perekonomian dan mengganggu kenyamanan dalam berusaha.

“Berkaca dari ekonomi semester yang pertama, pada semester kedua kegaduhan politik ini masih menghantui. Namun polemik politik sudah teratasi dan berjalan baik karena sinyal kebersamaan diantara petinggi politik menunjukkan ke arah yang positif,” tandas Natsir. (esy/jpnn)

BACA JUGA: Sambut Lebaran dan Libur Panjang, Garuda Sediakan 2,6 Juta Kursi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasih Diskon 35 Persen, PermataBank Gandeng Garuda Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler