Ekonomi Membaik Sektor Riil Bergerak Positif

Rabu, 01 Juli 2009 – 18:11 WIB
JAKARTA - Pengamat Bisnis Properti, Panangian Simanungkalit optimis trend membaiknya ekonomi nasional yang saat ini terjadi akan segera membawa dampak positif terhadap seluruh geliat dan aktivitas ekonomi riil nasional.

"Mengacu pada indikasi turunnya inflasi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi 4 persen pada Desember 2009 mendatang dipastikan akan menurunkan BI Rat kekisaran angka 6 persenHal ini akan mempengaruhi tingkat suku bunga perbankan pada posisi ideal 10 persen, kata Panangiang Simanungkalit," di Jakarta, Rabu (1/7).

Posisi suku bunga perbankan yang akan turun menjadi 10 persen itu merupakan situasi yang sangat kondusif bagi pelaku ekonomi nasional

BACA JUGA: Divestasi Saham Newmont Masih Belum Disepakati

Terutama bagi pelaku ekonomi yang secara langsung terkait dengan kebutuhan masyarakat dan terbukanya kesempatan lapangan kerja seperti sektor perumahan, infrastruktur, properti dan perhotelan, kata Panangiang.

Membaiknya trend ekonomi Indonesia menjelang suksesi kepemimpinan nasional ini, lanjut Panangian, sesungguhnya tidak merata di seluruh kawasan Asia
"Hanya ada tiga negara di kawasan Asia yang dicatat dunia sebagai negara yang telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan krisis ekonomi masing-masing Indonesia, China dan India

BACA JUGA: Garuda Indonesia Bidik Market Koorporasi

Sementara Jepang bahkan Amerika sendiri masih mengalami minus pertumbuhan hingga 4 persen."

Momentum yang saat ini terjadi secara nasional sesungguhnya sudah lama dinantikan sebab sangat berpengaruh terhadap performance dan kinerja bangsa serta kepercayaan dunia usaha baik lokal, nasional maupun internasional
"Yang perlu dijaga secara konsisten oleh pemerintahan saat ini adalah secara bertahap mengurangi pengaruh pengusaha asing terhadap perbankan nasional," tegasnya.

Menyikapi tawaran kebijakan ekonomi pro rakyat dan kemandirian ekonomi yang diusung oleh pasangan capres masing-masing Mega-Prabowo dan JK-Win, Panangiang Simanungkalit mengaku kurang bisa diterima akal sehat.

"Saya pikir konsep ekonomi yang ditawarkan pasangan capres Mega-Prabowo dan JK-Win lebih bernuansa spekulatif dan coba-coba

BACA JUGA: Garuda Targetkan Rp 600 M dari Korporasi

Langkah-langkah spekulatif dan coba-coba inilah yang sangat sulit diterima akal sehat pengusaha," ujar Panangian Simanungkalit.

Tanpa bermaksud meragukan kemampuan ketiga pasang capres, lanjutnya, terlalu beresiko bagi siapapun pengusaha untuk melakukan perubahan secara mendadakKarena itu, kalangan pengusaha hingga kini masih lebih menerima 'ekonomi jalan tengah' yang ditawarkan pasangan capres SBY-Boediono.

Sebagai pengusaha properti, dia juga sangat berharap dan percaya pasangan capres SBY-Boediono jika menang dalam pilpres 8 Juli mendatang akan mendudukan para profesional di kabinetnya"Setidaknya hal tersebut terbaca dari cara-cara SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dalam membangun koalisinya dan mengambil keputusan atas cawapresnya," kata Panangiang(fas/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertumbuhan Sektor Pertanian Turun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler