Ekspor Meningkat, Perhiasan Selamatkan Perekonomian

Jumat, 01 Juli 2016 – 07:16 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - SURABAYA – Perhiasan dan permata mampu mendongkrak perekonomian Jawa Timur sepanjang awal tahun ini. Dua komoditas itu menjadi primadona ekspor dari Jatim dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satunya ialah ke Swiss. ’’Ekspor ini agak unik dan berada di luar dugaan. Angka minus dalam ekspor berkurang sehingga ada tanda-tanda perbaikan ekonomi,’’ kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Benny Siswanto kemarin (29/6).

BACA JUGA: Tax Amnesty Berlaku, BRI Siapkan Banyak Produk Investasi

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai ekspor Jatim naik 6,5 persen selama Januari–Mei 2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Angka ekspor Jatim mencapai USD 8,4 miliar selama lima bulan pertama pada 2016. Pada Mei 2016, ekspor Jatim menyentuh USD 1,7 miliar atau naik 4,1 persen secara month-to-month (mtm).

BACA JUGA: Kembangkan Bisnis, Semen Indonesia Gandeng Pelindo I

Perhiasan menjadi kontributor terbesar dalam ekspor nonmigas, yakni USD 526,5 juta. Swiss menjadi negara mitra terbesar Jatim, lalu diikuti Jepang dan AS. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, Tiongkok biasanya menjadi negara utama mitra dagang Jatim, baik impor maupun ekspor.

’’Berdasar dugaan sementara, penyesuaian dilakukan semua pihak. Pemda juga mampu membuka pasar ekspor perhiasan sehingga menguntungkan Jatim saat kondisi ekonomi sulit,’’ ungkap Benny.

BACA JUGA: Terminal 3 Bandara Soetta Bakal Diverifikasi Ulang

Karena produksi komoditas perhiasan tidak termasuk dalam perekonomian Jatim yang fundamental, pemda akan sulit berharap sektor tersebut bisa menjadi tumpuan pada semester kedua.

Benny menilai Jatim masih perlu mendorong ekspor komoditas yang lain seperti kayu, furnitur, dan produk hasil laut.

Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Jatim Taufik Saleh menyatakan, meningkatnya ekspor perhiasan ke Swiss merupakan fenomena jangka pendek.

’’Ekspor perhiasan tumbuh tinggi jika dibandingkan dengan komoditas tradisional yang lain. Semoga itu bisa menjadi fenomena yang fundamental untuk jangka panjang,’’ ucapnya.

Perekonomian Jatim sering tumbuh di atas nasional, namun selalu mengikuti arah pertumbuhan nasional. Jika perekonomian nasional melambat, Jatim juga melambat. Begitu juga sebaliknya. (rin/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkah Ramadan, Penjualan Motor Naik 30 Persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler