Ekspor Produk Jateng Meningkat Tajam, Ekonomi Bangkit

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 09:56 WIB
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jateng Arjuliwondo, pada pers rilis virtual, Jumat (1/10). Foto: dok BPS Jateng

jpnn.com, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor produk dari Jawa Tengah mencapai USD 967,60 juta, pada Agustus 2021.

Capaian itu naik 18,56 persen, dibanding Juli 2021. Kenaikan itu, dikarenakan ekspor barang nonmigas mengalami peningkatan 12,07 persen dan barang migas naik 167,82 persen.

BACA JUGA: Ganjar Datang ke Lapangan, Reaksi Suporter dari Tim Sepak Bola Jatim Bikin Kaget

"Itu terbagi menjadi (nilai ekspor Agustus) nonmigas USD 885,03 juta dan USD 82,57 juta migas," ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jateng Arjuliwondo, pada pers rilis virtual, Jumat (1/10).

Dia menerangkan ekspor barang migas meningkat dari USD 30,83 juta Juli menjadi USD 82,57 juta di bulan Agustus 2021.

BACA JUGA: Efisiensi Sektor Logistik Bakal Percepat Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

Pada periode yang sama, ekspor nonmigas mencatatkan kenaikan 12,70 persen, dari USD 785,26 juta menjadi USD 885,03 juta.

Sedangkan bila disandingkan dengan periode yang sama 2020, capaian ekspor Jateng meningkat. Presentasenya 46,91 persen, di mana pada Agustus 2020 mencatat USD 658,64 juta.

BACA JUGA: Kemenpora Jadikan Ponpes sebagai Pusat Ekonomi Kerakyatan, Airlangga Beri Apresiasi

"Artinya ada kenaikan yang cukup baik atau dengan kata lain ekonomi juga sudah bangkit," paparnya.

Arjuliwondo menyebut, total ekspor nonmigas Januari-Agustus 2021 mencapai USD 6.273,54 juta. Adapun, lima negara tujuan ekspor nonmigas adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, negara-negara Uni Eropa dan Asean.

Amerika Serikat disebut sebagai pasar terbesar, karena menyumbangkan perdagangan luar negeri senilai USD 2.498,71 juta selama kurun Januari-Agustus 2021. Capaian itu disusul dengan Jepang senilai USD 571,17 juta dan Tiongkok USD 432,00 juta.

Meski demikian, neraca perdaganan (ekspor-impor) total Jawa Tengah, pada september 2021 masih mengalami defisit senilai USD 169,77 juta. Ini terjadi karena peningkatan pada sektor impor sebesar 53,34 persen atau USD 1.137,37 juta. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler