Elizabeth

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Jumat, 09 September 2022 – 19:31 WIB
Ratu Inggris Elizabeth II. Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP

jpnn.com - Elizabeth Alexandra Mary menjadi Ratu Inggris pada 1952 dalam usia 25 tahun dengan gelar Elizabeth II. 

Dia menggantikan ayahnya, George VI, yang meninggal dunia.  

BACA JUGA: PCINU Inggris: Ratu Elizabeth II Pemimpin Hebat, Mampu Menalukkan Beragam Tantangan Zaman

Sejak itu, Elizabeth menjadi ratu sampai lebih dari 70 tahun dan menasbihkan diri sebagai penguasa monarki Inggris terlama dalam sejarah. 

Ratu Elizabeth II meninggal dunia Kamis (9/9) dalam usia 96 tahun. 

BACA JUGA: Ratu Elizabeth II Pemimpin Minim Warisan atau Pengusung Era Keemasan?

Putra Mahkota, Pangeran Charles menggantikannya sebagai Raja Inggris dengan gelar Charles III. 

Ribuan warga Inggris menangis mendengar kabar kematian sang ratu. 

BACA JUGA: Ratu Elizabeth Wafat, Suara Sumbang Bermunculan di Bekas Jajahan

Ribuan orang meletakkan karangan bunga di depan Istana Buckingham. 

Para pemimpin dari seluruh dunia mengucapkan belasungkawa atas kematian sang ratu. 

Dia meninggal di Istana Balmoral di Skotlandia dikelilingi anak dan cucu-cucunya. 

Selama menjadi ratu, dia melantik 15 perdana menteri Inggris, mulai dari Winston Churchill sampai yang terbaru Liz Truss yang baru Selasa lalu  menghadap ratu setelah terpilih menggantilkan Boris Johnson yang mengundurkan diri. 

Masa kekuasaan Elizabeth sama panjangnya dengan 14 presiden Amerika Serikat mulai dari Dwight Eisenhower, Harry S. Truman, John F. Kennedy, sampai Joe Biden sekarang.  Rekor ratu terpanjang Inggris sebelumnya dipegang oleh Ratu Victoria yang menjadi ratu selama 63 tahun. 

Jenazah ratu akan dibawa ke London untuk disemayamkan selama 4 hari di gedung parlemen di Westminster. 

Jenazah akan dimakamkan Senin (19/9) dengan upacara yang akan dihadiri oleh 2 ribu pemimpin dan tokoh dari seluruh dunia. 

Seluruh Inggris akan berkabung selama 10 hari dan beberapa acara penting akan dijadwal ulang termasuk beberapa event olahraga. 

Ratu Elizabeth menjadi wanita yang paling terkenal di dunia dengan peran dan pengalaman yang unik di dalam negeri dan di seluruh dunia. 

Dia menjadi ratu dari sebuah negara superpower yang menguasai berbagai wilayah yang membentang luas di Asia dan Afrika. 

Di masa lalu, Inggris terkenal sebagai empire terbesar dan terkuat di dunia. 

Saking luasnya kekuasaan Inggris sampai ada ungkapan ''The sun never set in Great Britain'', matahari tidak pernah tenggelam di Britania Raya. 

Elizabeth menjadi simbol pemersatu Inggris, memandu negaranya dalam rentang sejarah yang panjang. 

Sebelum Perang Dunia II Inggris adalah superpower dunia. 

Akan tetapi, perang dunia dan perang Eropa membuat ekonomi Inggris hancur dan negara-negara jajahannya memerdekakan diri. 

Setelah Perang Dunia II, Inggris kehilangan seluruh wilayah jajahannya. 

Meski begitu Inggris masih bisa mengikat bekas wilayah jajahan dalam ikatan Commonwealth Countries atau Negara Persemakmuran. 

Hubungan negara Commonwealth lebih banyak diwarnai dengan hubungan budaya dan sosial. 

Di antara negara anggota masih mengakui Ratu Inggris sebagai kepala negara. 

Hal itu terjadi di Australia sampai sekarang. 

Ratu Elizabeth memandu negaranya menghadapi masa-masa sulit selama Perang Dingin. 

Amerika Serikat menjadi superpower setelah Perang Dunia II dan Inggris dengan setia menjadi pendukung Amerika yang paling terpercaya.

Meskipun perannya hanya terbatas sebagai simbol budaya tetapi Ratu Elizabeth sangat dihormati karena menjadi simbol pemersatu bangsa. 

Kehidupan pribadinya penuh dengan drama yang tidak pernah ada akhirnya. 

Dia sangat terpukul oleh meninggalnya sang suami Pangeran Phillip pada 2021. 

Pasangan ini menjadi simbol kisah cinta ala istana yang hanya bisa didengar dalam cerita dongeng.

Elizabeth yang berusia 13 tahun bertemu dengan Phillip yang berusia 18 tahun. 

Sejak pandangan pertama, keduanya jatuh cinta. 

Pasangan itu menikah dan tetap bersama-sama sampai maut memisahkan mereka. 

Kisah cinta bak dongeng ini bertolak belakang dengan kehidupan pribadi anak dan cucunya di istana. 

Pernikahan anak-anaknya banyak yang gagal. 

Pangeran Charles sebagai putra mahkota dijodohkan dengan Putri Diana yang kecantikannya menggambarkan kecantikan putri istana yang tergambar dalam cerita dongeng. 

Pernikahan Charles dan Diana pada 1981 menjadi pernikahan terbesar dan termegah di seluruh dunia. 

Pasangan itu menjadi ikon global dan menjadi pasangan yang paling terkenal di seluruh dunia. 

Akan tetapi, pernikahan paksa itu tidak bahagia. 

Diana kecewa oleh Charles yang menduakannya dengan Camilla Parker Bowles. 

Perselingkuhannya bocor kepada pers dan menjadi gosip pers yang menghebohkan. 

Diana membalas sakit hatinya dengan beberapa perselingkuhan. 

Yang paling sensasional adalah hubungan Diana dengan pengusaha kaya keturunan Mesir Dodi Alfayed. 

Diana berkencan dengan Alfayed dan pertemuannya bocor kepada paparazzi yang selalu mengintainya.

Diana lari menghindari kejaran papparazi dan mobil Mercedes yang dikendarainya mengalami kecelakaan pada 1997, dan Diana tewas seketika.

Dunia gempar. Perkawinan yang dikira bahagia ternyata berakhir dengan tragis. 

Diana pergi meninggalkan dua anak laki-laki Pangeran William dan Pangeran Harry. 

Ratu Elizabeth juga menyaksikan perkawinan Pangeran Andrew dengan Sarah Ferguson hancur berantakan.

Andrew diketahui banyak melakukan petualangan seks yang diduga melibatkan anak-anak di bawah umur. 

Drama rumah tangga istana berlanjut sampai ke cucu Ratu Elizabeth. 

Pangeran Harry anak bungsu Putri Diana, memutuskan untuk keluar dari Istana dan melepas hak-hak kebangsawanannya. 

Pangeran Harry merasa bahwa pernikahannya dengan Meghan Markle tidak sepenuhnya diterima keluarga Istana. 

Meghan Markle menjanda ketika dinikahi Harry, dan Meghan Markle wanita Amerika keturunan kulit hitam. 

Latar belakang yang bukan bangsawan membuat Istana tidak bisa menerima Markle. 

Harry merasa istrinya menjadi korban diskriminasi dan memutuskan pergi dari istana. 

Tragedi rumah tangga di Istana menjadi sasaran empuk tabloid Inggris dan sekaligus menjadi sasaran kritik para aktivis anti-monarki. 

Ratu Elizabeth sudah membktikan cinta dan kesetiannya sampai mati. 

Akan tetapi, anak-anaknya tidak bisa mengikuti jejak teladannya. 

Rumah tangga anak-anak Ratu Elizabeth berantakan. 

Akan tetapi, dia tetap akan dikenang sebagai ratu dalam kisah dongeng yang menghipnotis miliaran orang di seluruh dunia. 

Charles akan menjadi raja didampingi oleh permaisuri Camilla Parker Bowles yang akhirnya direstui oleh Ratu Elizabeth. 

Dongeng dari Istana Inggris masih tetap akan menjadi bahan gosip yang tidak pernah ada habisnya. (*)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler