jpnn.com - JAKARTA - Tersangka pelecehan seksual Andi Sobari alias Emon (24) mencatat nama korban, tempat serta waktu melakukan perbuatan kejinya itu di buku harian (diary)-nya.
"Dia (Emon) punya catatan di buku hariannya. Ada nama korban, tempat, dan waktu," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait ditemui wartawan di sela-sela sebuah acara di Jakarta Selatan, Rabu (7/5).
BACA JUGA: Komnas PA Sarankan Pelaku Sodomi Dikebiri
Karenanya, Arist mengatakan, ketika ada 35 korban yang melapor sekaligus, Emon pun masih hafal dengan para korbannya. "Dia (Emon) masih mengenalinya," ungkap Arist.
Ia menambahkan, Emon mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual saat usia 11 tahun. Nah, setelah itu hasrat Emon untuk menjadi pelaku pun mulai muncul.
BACA JUGA: Polresta Jaksel Terima 118 Laporan Kasus Kekerasan Seksual Anak
Akibatnya, Emon pun mencari mangsa. Alhasil, sejauh ini atau hingga Selasa (6/5) malam berdasarkan data yang dimiliki Komnas PA, sudah ada ratusan korban yang melaporkan Emon ke Polres Sukabumi Kota.(boy/jpnn)
BACA JUGA: LPSK Siap Dukung Pemda Sukabumi Reparasi Korban Emon
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah 110 Anak jadi Korban Emon
Redaktur : Tim Redaksi