Empat Kriteria Survey

Jumat, 09 Januari 2009 – 19:27 WIB

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indobarometer (IB), Mohammad Qodari, menegaskan, hasil survei yang benar harus memenuhi empat syaratJika salah satu diantara empat syarat itu tidak terpenuhi, dipastikan hasil survei tidak berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Qodari saat menjadi narasumber acara Dialektika Demokrasi di press room DPR, Senayan, Jakarta, bersama Fachri Hamzah dan Burhanuddin Napitulu, Jum'at (9/1).

Dia jelaskan, keempat syarat itu, pertama, penerapan secara disiplin metodologi memilih responden yang tepat

BACA JUGA: JRR Tetap Ketua PG Sulut

Kedua, pelaksanaan protokol pemilihan responden yang disiplin dan wawancara yang baik
Ketiga, data entry yang akurat, dan keempat integritas peneliti pembuat laporan.

Menurut Qodari, survei yang benar dan objektif sangat diperlukan oleh sebuah partai politik sebagai diagnosa untuk melihat kondisi, tantangan dan peluang parpol bersangkutan.

“Karena itu, terhadap survei yang berkualitas, respon yang terbaik adalah menerima hasil survei apa adanya untuk dijadikan cermin, bukan sebagaimana yang diinginkan

BACA JUGA: Golkar Sulut Diminta Konsentrasi Pemilu 2009

Kalau posisi parpol sudah baik, perlu dipertahankan dan dicari informasi tentang cara untuk meningkatkan lebih baik lagi,” tuturnya.

Sebaliknya, lanjut Qodari, jika popilaritas sedang menurun, hendaknya diterima sebagai sebuah peringatan awal atau lampu kuning untuk melakukan pembenahan internal.

Qodari menjelaskan, dalam sebuah negara demokrasi, adalah hal yang wajar apabila terjadi kenaikan dan penurunan suara parpol dari satu waktu ke waktu yang lain, dan dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Di Indonesia misalnya, suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dibanding tahun 1999, pada tahun 2004 mengalami penurunan hampir separuhnya
Sedang, suara Partai Keadilan Sejahtera naik dari 1,4 persen menjadi 7,3 persen.

Masih menurut Qodari, di dalam survei yang dilaksanakan akhir 2004 sampai sekarang ini, Partai Demokrat (PD) pernah menjadi nomor satu, tapi pernah juga di posisi nomer dua dan nomer tiga.

”Kondisi fluktuasi prestasi dan popularitas parpol itu juga terjadi di negara-negara maju,” kata Qodari.

Ketika di desak soal berapa sesungguhnya biaya untuk sebuah survei, M Qodari, berkelit dan hanya menjawab tergantung dari tingkat kesulitan dan luas wilayah yang akan disurvei

BACA JUGA: Partai Abu-Abu akan Habis

(Fas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PKS Kerahkan 4 Tim Konsultan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler