Empat Pria Main Carok, Semua Berdarah-darah

Selasa, 21 Februari 2017 – 08:13 WIB
Polisi langsung berjaga-jaga di lokasi kejadian. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Perkelahian ala carok terjadi di Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, jatim. Minggu petang lalu.

Empat orang mengalami luka bacok dalam pertistiwa pada Minggu (19/2) petang itu. Dua diantaranya adalah bapak anak.

BACA JUGA: Ayah Duel dengan Anak, Sama-sama Bawa Parang, Craass!

Mereka adalah Gisan, 55, serta Sugeng, 29. Keduanya ini adalah bapak anak. Lalu Yadi, 46, dan Maryono, 39, yang masih memiliki hubungan saudara. Maryono adalah warga Sumbergentong.

"Gisan dan anaknya yang mengalami luka bacok cukup parah di kepala dan wajahnya, dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Sedangkan Yadi serta Maryono, dirawat di RS Bokor Turen," ujar Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Agus Murdiantono.

BACA JUGA: Duel Berdarah, Badik Menancap di Leher

Peristiwa mengemparkan itu terjadi sekitar pukul 18.00. Aksi saling serang dengan senjata tajam itu berawal dari salah paham antara Gisan dengan Yadi. Keduanya terlibat saling pandang.

"Sebelumnya mereka tidak ada masalah ataupun dendam. Hanya karena saling pandang saja. Rumah mereka juga berdekatan hanya berbatasan dengan balai desa," jelas Agus.

BACA JUGA: Ngeriiiii! Ambil Pisau, Sayat Kepala Tetangga

Sekitar pukul 17.00, Yadi sedang berdiri di depan Balai Desa Sekarbanyu. Saat itu melintas Gisan, dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka lalu terlibat saling pandang. Yadi, menegur Gisan kenapa melihatnya.

Mendapat teguran itu, Gisan tidak terima. Ia putar balik lalu menghampiri Yadi. Mereka lantas terlibat perang mulut hingga terjadi perkelahian.

Pertengkaran berakhir setelah Kepala Desa Sekarbanyu Suwarji, melerai dan menyelesaikan permasalahan.

Selanjutnya Suwarji, meminta keduanya untuk pulang dan mengakhiri pertengkaran. Sampai di rumah Gisan, memberitahu anaknya, Sugeng.

Mereka yang masih tidak terima lantas mencari Yadi ke rumahnya bersama dengan beberapa temannya sembari membawa senjata tajam.

Namun yang dicari Yadi tidak ada di rumah. Saat itu Yadi pergi ke rumah Maryono, saudaranya yang ada di Sumbergentong.

"Ketika mengetahui Gisan dan anaknya mencari Yadi, Kades Suwarji langsung menghadangnya. Suwarji kembali meminta Gisan untuk meredam suasana dan memgakhiri permasalahan. Lantas mengantarkan bapak anak itu pulang ke rumahnya," terang mantan Kapolsek Ampelgading ini.

Tetapi setelah kades pulang, Sugeng yang masih penasaran dan menaruh dendam kembali mencari Yadi.

Gisan yang melihat anaknya pergi, membuntuti dari belakang bersama dengan saudaranya.

Yadi yang sadar dicari oleh Gisan dan Sugeng, mengajak Maryono bersiap di rumahnya. Mereka siaga, jika sewaktu-waktu diserang sudah siap.

Ternyata benar, Gisan dan Sugeng datang dengan menenteng senjata tajam.

Begitu mereka berempat bertemu, langsung terjadi pertikaian dan saling serang dengan senjata tajam alias carok. Perkelahian tersebut baru berhenti setelah warga dan perangkat desa berdatangan untuk melerai.

Karena melihat keempatnya mengalami luka cukup serius, warga langsung membawa mereka ke rumah sakit.

Sebagian warga dan perangkat melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sumbermanjing Wetan. Dibackup Tim Buser Polres Malang, petugas langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

"Untuk teman-teman keempat yang berada di lokasi, langsung kabur karena takut menjadi saksi. Agar tidak terjadi aksi balas dendam dari dua keluarga, anggota kami siagakan di lokasi. Termasuk meminta perangkat desa untuk meredam situasi agar permasalahan tidak menjalar," paparnya.(agp/jon)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Maksud Hati Melerai Malah Dipukul


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Perkelahian   Carok  

Terpopuler