Enam Hal yang Bisa Merusak Telinga Anda

Kamis, 24 April 2014 – 09:50 WIB
Jangan meremehkan kesehatan telinga. Selain organ untuk pendengaran, di dalam telinga juga terdapat syaraf yang mengatur sistem keseimbangan tubuh. Foto: Men's Health

jpnn.com - KESEHATAN telinga sering diremehkan oleh sebagian orang. Padahal, fungsi telinga bukan hanya sebagai organ pendengaran. Namun di dalam telinga juga terdapat saraf yang mengatur tentang sistem keseimbangan tubuh.

Berikut 6 hal yang dapat mengganggu fungsi telinga Anda

BACA JUGA: Ibu Hamil Dilarang Minum Softdrink

1. Tidak menggunakan penutup telinga

Tidak menggunakan penutup telinga ketika Anda berada di tempat dengan suara yang keras dapat merusak reseptor pendengaran yang ada di dalam telinga. Jika pekerjaan menuntut Anda berada di lingkungan bersuara keras, earplug atau sumbat telinga adalah suatu kewajiban. Akan lebih baik jika penggunaan earplug ditambah dengan penggunaan earmuff yang dapat menghalau suara.

BACA JUGA: Penyebab emosi dan agresif setelah main video game

"Di dalam telinga terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi sebagai reseptor suara. Suara keras dapat merusak bulu tersebut, dan sayangnya bulu tersebut tidak dapat tumbuh kembali," kata pakar THT (telinga, hidung, tenggorokan) dari Corsicana, Texas, Matthew Parker Branch, M.D, seperti dilansir Men's Health, Rabu (23/4).

2. Gulat

BACA JUGA: Orang Tua yang Otoriter Bikin Anak Obesitas

Olahraga gulat profesional memang menarik untuk ditonton, namun sangat berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dan pelatihan terlebih dahulu. Salah satu bahayanya adalah auricular hematoma, atau yang lebih dikenal dengan kuping belang (Cauliflower Ear). Kelainan ini menyebabkan daun telinga menggembung seperti bengkak. Kelainan ini biasa ditemukan pada telinga pegulat, petinju, atau pemain rugby.

Hal itu terjadi akibat selaput yang memisahkan daun telinga dengan pembuluh darah di sekitarnya rusak atau lepas, sehingga darah dapat masuk ke dalamnya.

3. Tindikan pada daun telinga

Hati-hati, kegemaran menindik telinga ternyata juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada telinga. Tindikan di bagian keras daun telinga dapat menyebabkan perichondritis, infeksi serius pada bagian daun telinga luar. Pengobatan perichondritis termasuk mahal karena jenis obatnya hanya sedikit.

Jika terdapat bercak kemerahan, bengkak atau nyeri pada daun telinga, segera lepas tindikan Anda dan periksakan diri ke dokter.

4. Penggunaan cotton bud

Penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga masih populer di masyarakat. Padahal tidak sedikit kasus infeksi yang diakibatkan oleh penggunaan cotton bud. Tidak hanya infeksi, cotton bud juga dapat merusak gendang telinga.

Penggunaan cotton bud dapat merusak gendang telinga, yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen atau kehilangan fungsi keseimbangan.

5. Penggunaan obat tetes

Radang telinga luar (otitis externa) memang dapat disembuhkan dengan menggunakan obat tetes telinga. Namun jangan sembarang membeli obat tetes di apotek lalu memakainya tanpa petunjuk dokter. Bukannya sembuh, obat tetes telinga juga bisa menyebabkan tuli permanen.

6. Menyelam

Risiko yang ada ketika menyelam atau diving bukan hanya teriris karang atau tersengat anemon beracun, namun juga barotrauma. Barotrauma adalah pecahnya gendang telinga akibat tekanan udara. Kondisi ini biasanya ditemukan akibat penyelaman mendadak yang terlalu dalam.

Batas aman ketika menyelam adalah 60 kaki atau 18 meter per menit. Jika dilakukan lebih cepat dari itu, tekanan udara dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.(fny/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Haruskah Minum 8 Gelas Air Sehari?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler