Enam Klub Tak Dibahas di Kongres, Menpora Warning PSSI

Sabtu, 12 November 2016 – 08:45 WIB
Menpora Imam Nahrawi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - LAMPUNG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat suara terkait nasib status enam klub yang tidak dibahas dalam Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Keenam klub yang dimaksud Menpora adalah Lampung FC, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro.

BACA JUGA: Hari Ini Rapat, Siapkan Aksi Besar-besaran

Imam memastikan bakal menegur pengurus PSSI yang baru terkait tidak dibahasnya pengembalian status enam klub tersebut.

”Pasti, kami tegur,” ujar Imam Nahrawi di Lampung seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini. 

BACA JUGA: Urus Nasib Persebaya Jangan Hanya Janji Manis

Pada kesempatan itu, Imam terkesan kecewa atas sikap PSSI dalam kongres yang berlangsung di Mercure Hotel, Jakarta, Kamis (10/11). 

Sebab, menurutnya, kongres PSSI semangatnya adalah rekonsiliasi dan merupakan bagian dari reformasi PSSI yang diharapkan.

BACA JUGA: Persipura Usung Misi Balas Dendam di Kandang Persib

”Jadi, harusnya diakomodir. Pastinya ini menjadi perhatian kami. Itu kan menjadi concern PSSI,” tegasnya.

Kendati begitu, Imam masih menunggu niat baik pengurus PSSI yang baru terpilih untuk membahas nasib enam klub tersebut pada kongres tahunan. 

”Kita tunggu Desember nanti, kalau memang tidak dibahas di kongres itu, berarti PSSI tidak ada kemauan untuk rekonsiliasi,” pungkasnya.

Diketahui, PSSI menjanjikan mengakui kembali status Lampung FC sebagai anggota sekaligus bermain di kompetisi divisi utama musim baru nanti. 

Namun, otoritas tertinggi sepak bola tanah air itu kembali ingkar janji.     

Padahal pada Kongres Luar Biasa (KLB) 3 Agustus lalu, PSSI berjanji memasukkan keenam klub itu dalam kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.

Dalam kongres yang berlangsung di Mercure Hotel, Jakarta, Kamis (10/11), kentara sekali PSSI, baik mayoritas voters maupun pengurus lama, tidak punya itikad memenuhi janji. 

Agenda pemulihan status Lampung FC dan lima klub lain justru dihapus dari agenda. Kongres hanya mengagendakan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan pengurus executive committee (exco).

Keputusan itu, mengundang kekecewaan dari Direktur Lampung FC Faisal Yusuf. ”Seharusnya bisa berjalan dengan baik,  tetapi terganjal voter yang belum setuju adanya pembahasan ini,” sesalnya.

Dia berharap, pemulihan status Lampung FC bisa benar-benar rampung dalam kongres tahunan. 

”Ya harapan kami bisa benar-benar dibahas dalam kongres tahunan nanti.  Karena di rapat exco PSSI kemarin sudah dijanjikan. Harapan kami harusnya Asprov PSSI bisa bantu ini,” pintanya.

Dukungan agar klub Lampung FC segera mendapatkan haknya juga datang dari Balafans. Hal itu dibuktikan dengan turut hadirnya mereka dalam kongres PSSI kemarin.  

Ketua Umum Balafans Mulyadi Tanjung mengatakan, pihaknya sangat berharap Lampung FC kembali ke divisi utama. 

“Kehadiran kami ini sebagai bentuk dukungan untuk Lampung FC, agar bisa pulih statusnya dan kembali diakui di tingkat nasional,” ucapnya.(whk/ray/pnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kecewa, Pelatih Pusamania Sebut Lapangan Semen Padang Tak Layak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler