Endank Promosi Eksotisme Bromo Lewat Film VlogFest 2016

Sabtu, 01 April 2017 – 09:32 WIB
Pemain dan Kru film “Vlog Fest 2016 The Movie". Foto: Endank Soekamti

jpnn.com, YOGYAKARTA - Di Hari Film Nasional 2017 tanggal 30 Maret, Endank Soekamti meluncurkan Behind The Scene film VlogFest 2016 The Movie yang dapat diakses di channel YouTube-nya.

Film yang proses pembuatannya dilakukan pada bulan puasa tahun lalu ini, bisa dikatakan adalah film panjang dalam format 360º pertama yang pernah diproduksi di dunia. Film ini bercerita tentang petualangan delapan orang vlogger yang mendapat tugas mengeksplore keindahan Bromo.

BACA JUGA: Mengorkestra Harmoni dan Sinergi jadi Satu Kesatuan

Endank Soekamti merupakan grup musik asal Yogya dengan fans yang sangat fanatik. Fans dengan julukan Kamties in selalu memadati tempat konser atau pentas Endank Soekamti. Bromo menjadi pilihan sebagai setting film karena keindahanannya yang luar biasa.

Alasan dipilihnya Bromo karena lokasi ini adalah salah satu aset Indonesia yang memiliki keindahan alam yang memesona. "Dan ini sejalan dengan semangat Endank Soekamti yang ingin lebih banyak memperkenalkan aset-aset keindahan alam daerah-daerah ke seluruh dunia," tegas Iwan Pribadi, media relations Euforia Record, produsen film ini (31/3).

BACA JUGA: Luhut Contohkan Hal Kecil yang Penting di Pariwisata

Lewat film itu memang tergambar eksplorasi keindahan Bromo. Film yang diluncurkan tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 itu, dapat dipandang sebagai salah satu tonggak perkembangan film Indonesia, yang dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi terkini, mencoba menawarkan sebuah film panjang dengan kemasan yang terhitung baru pada masanya.

Film ini dibuat sebagai salah satu usaha pengumpulan dana untuk keberlangsungan DOES University, sebuah sekolah bakat gratis yang diinisiasi Erix Soekamti, yang hanya mengajarkan hal-hal yang disukai dan sejalan dengan bakat yang dimiliki para siswa.

BACA JUGA: Belajar Incorporated dari Rekomendasi UNWTO

Hal tersebut yang menjadikan alasan budget film yang sebagian besar berlokasi di pegunungan Bromo ini terhitung minim. "Tidak sampai menyentuh angka Rp. 30.000.000, dengan waktu produksi yang relatif singkat, yaitu enam hari," tambah Iwan Pribadi.

Film berdurasi 50 menit ini didistribusikan dalam bentuk boxset kayu yang di dalamnya selain terdapat file film ini dalam format full HD, juga disertakan file Behind The Scene (BTS) film, VR Glass untuk menikmati film, t-shirt VlogFest 2016 The Movie, serta sertifikat bukti kepemilikan. Ini semua dapat dibeli secara online diwww.vlogfest.com.

Selain dalam bentuk boxset yang dijual seharga Rp. 600.000, film yang disutradarai Erix Soekamti ini dapat dinikmati pula secara gratis oleh masyarakat luas melalui situs www.vlogfest.com.

"Secara umum tidak ada perbedaan antara versi berbayar dan versi gratis film ini. Hanya saja di versi gratis ini selain para penonton tak mendapatkan item-item tambahan yang ada di boxset, juga kualitas film di versi gratis ini tidak full HD," tandas Iwan.

Menpar Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas promosi destinasi wisata di Bromo Tengger Semeru (BTS), salah satu dari 10 top destinasi prioritas yang biasa disebut 10 Bali Baru itu. Bromo secara landscap, adalah destinasi yang world class.

"Semakin banyak yang membantu mempromosikan Bromo Jawa Timur, semakin baik. Kami akan sangat terbantu, dan itu mendorong sahabat-sahabat yang lain untuk mempopulerkan destinasi lain," kata Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini bahkan mengajak anak-anak muda, netizen, blogger, vlogger, selebgram, untuk menjadikan 10 destinasi semakin dikenal di dunia maya.

"Percayalah, destinasi yang kita miliki itu kelas dunia semua. Hampir selalu masuk top 20 dunia. Terbaru, TripAdvisor menempatkan Bali sebagai The Best Destination pilihan travellers. Vogue juga menjadikan 3 pantai di Indonesia, Lombok dan Belitung sebagai 3 diantara 7 pantai terbagus," ungkap Menpar Arief. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpar Arief Yahya Belajar Double Growth dari Jepang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler