Eri Cahyadi: BPJS Milik Warga Surabaya Bergaji di Bawah Rp 10 Juta akan Ditanggung Pemkot

Selasa, 13 Oktober 2020 – 10:19 WIB
Eri Cahyadi saat mengunjungi warga. Foto: source for JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku sering mendengar dan menemui warga yang mendapat masalah terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.

Warga yang menjadi peserta mandiri tidak bisa membayar premi rutin karena jatuh sakit yang membuat mereka tak bisa bekerja.

BACA JUGA: Ini Program Inovatif Eri Cahyadi Buat Ojek Online di Surabaya

Padahal, mereka bukan dari golongan warga tidak mampu.

Bahkan tak masuk dalam daftar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

BACA JUGA: Massa FPI Mulai Bergerak, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Dialihkan

“Dulur-dulur arek Suroboyo ini memang tidak mau mengambil jatah warga tak mampu. Mereka rela membayar BPJS secara mandiri. Gajinya tidak besar, tetapi juga tidak kecil. Makanya mereka enggan dianggap warga miskin karena merasa masih banyak warga yang lebih berhak dibayarkan BPJS-nya oleh pemkot,” kata Eri Cahyadi saat bertemu warga Selasa (13/10).

Namun, kata Eri Cahyadi, masalah muncul saat mereka sakit hingga tak bisa bekerja.

BACA JUGA: Eri Cahyadi Bakal Genjot UMKM Surabaya Tembus Pasar Internasional

Akibatnya, mereka tak mampu membayar BPJS. Menunggu dibayarkan pemkot juga tak mungkin karena mereka tidak termasuk dalam MBR.

“Akhirnya banyak yang wadul (mengadu) kepada saya. Setelah selama ini ikut secara mandiri, sebagai komitmen mereka meringankan beban Pemkot Surabaya, saat kesusahan apa bisa dibantu?” kata kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya 2018-2020 tersebut.

Dari situlah Eri Cahyadi punya gagasan. Agar problem tersebut langsung bisa segera terselesaikan, semua warga yang bergaji di bawah Rp 10 juta otomatis BPJS-nya dibayarkan Pemkot Surabaya.

Apalagi sering terjadi tidak sinkron antara pemerintah pusat dan pemerintah kota.

Warga yang sebelumnya masuk dalam PBI (Penerima Bantuan Iuran) tiba-tiba karena beberapa hal tidak lagi lagi dijamin tanpa sepengetahuan mereka.

Saat berobat, mereka baru tahu ketika harus membayar sendiri.

“Pemkot juga bingung. Kalau memang sudah tidak masuk dalam PBI pusat, kami siap membantu. Soalnya kalau BPJS bermasalah, warga pasti ke pemkot dulu. Makanya, kami akan pastikan saja bahwa mereka yang bergaji di bawah Rp 10 juta nanti kami tanggung BPJS-nya,” kata Eri lantas disambut tepuk tangan warga.

Eri Cahyadi mengatakan, kemajuan Kota Surabaya harus berdampak langsung kepada warga.

Salah satunya dalam pemberian jaminan sosial warga.

Jangan sampai di tengah pembangunan Kota Surabaya yang pesat masih ada warga yang kesulitan membayar ongkos berobat.

“Begitu juga dalam hal pendidikan. Tidak akan ada lagi anak yang putus sekolah. Fasilitas pendidikan tambahan seperti guru les akan kami sediakan di balai-balai RW agar tidak ada siswa sekolah kalah bersaing dengan siswa kaya karena yang kaya ikut les mahal,” katanya.

Sekretaris RW 02 Kelurahan Kebonsari Bambang Supriyanto yang hadir menyambut Eri menyatakan, Eri adalah sosok yang peduli pada kampung-kampung kecil di daerah pinggiran.

Sama seperti Wali Kota Tri Rismaharini yang selalu memberi perhatian pada lingkungan warga kecil.

"Risma sudah memberi bukti nyata terhadap kemajuan Surabaya. Bukan hanya sekadar embel-embel, tetapi hasil kerjanya benar-benar bisa dinikmati seluruh wong cilik di Surabaya. Mas Eri yang dipercaya Bu Risma untuk meneruskan kebaikannya, pasti bisa melakukan hal yang sama seperti Bu Risma," ujarnya. (*/adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler