Erick Thohir Akan Menindak Klub jika Suporter Bikin Kerusuhan, Ketum The Jakmania Merespons

Jumat, 21 April 2023 – 19:22 WIB
Ketua Umum The Jakmania Diky Budi Ramadhan (kanan) di Kantor Persija, Jakarta. Foto: ANTARA/Michael Siahaan

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno mendukung langkah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir yang mengusulkan pengurangan poin pada klub yang suporternya melakukan pelanggaran.

Menurut Diky, peringatan tegas Erick Thohir kepada klub dan suporter tersebut dimaksudkan demi kebaikan sepak bola Indonesia.

BACA JUGA: Pengamat Dukung Langkah Erick Thohir Menindak Klub jika Suporter Bikin Kerusuhan

Namun, dia juga mendorong agar PSSI memberikan apresiasi bagi klub dan suporter yang bisa menjaga ketertiban.

“Apa yang dipikirkan ketum PSSI itu baik. Setidaknya berpikir untuk kebaikan sepak bola Indonesia. Pengurangan poin adalah punishment, lalu apakah ada reward (bagi klub dan supporter yang menjaga ketertiban)?,” ujar Diky, Jumat (21/4/2023).

BACA JUGA: The Jakmania, Ayo Dukung Pemain Persija Favoritmu di Sini!

Diky mengaku prihatin dengan maraknya peristiwa di beberapa pertandingan Liga 1 musim 2022/2023 yang dinodai dengan aksi kurang terpuji dari para penggemar klub baik di dalam maupun luar stadion.

Oleh karena itu, Diky berharap PSSI bisa memberikan atensi besar terhadap persoalan suporter.

BACA JUGA: Erick Thohir jadi Pemimpin Muda Favorit Masyarakat di Pilpres 2024

Selain itu, Diky meminta para suporter juga bisa mengubah kebiasaan buruk yang selama ini mendapat stigma negatif dari masyarakat.

“Kalau kerusuhan itu adalah kebiasaan, maka kebiasaan itu harus diubah. Apa upaya dari PSSI untuk merubah kebiasaan itu?,” ucapnya.

Diky berharap PSSI mampu menunjukkan keseriusannya memosisikan suporter sebagai salah satu stakeholder penting dalam sepak bola, sehingga suaranya bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan sepak bola Indonesia.

Selain itu, Diky juga setuju dengan gagasan mantan Bos Inter Milan tersebut menghukum berat klub yang terbukti melakukan match fixing atau pengaturan pertandingan dengan sanksi mendegradasi klub tersebut.

Bagi Diky, tidak hanya bagi klub, melainkan semua yang terlibat baik itu pemain, wasit dan lainnya harus dihukum berat karena telah mencederai sportifitas dalam olahraga sepak bola.

“Pelaku match fixing semua harus dihukum seberat-beratnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Diky mengatakan demi mencegah terjadinya match fixing, PSSI harus melakukan pengawasan yang ketat dan penegakan aturan yang tegas.

Ya, harus ada pengawasan, harus ada penegakkan aturan,” ujar Diky.

Sebelumnya, Erick Thohir menilai dengan adanya aturan pengurangan poin maka klub dan suporter akan sama-sama bertanggung jawab.

Cara itu diyakini bakal efektif dalam meminimalisir aksi bandel suporter di sepak bola Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan liga dan Exco PSSI, saya ingin mengusulkan pengurangan poin ke depan. Supaya apa? Klub dan suporter merasa punya tanggung jawab yang sama. Kalau klubnya kurang poin rugi,” kata Erick Thohir.

Selain pengurangan poin, Erick Thohir kembali menegaskan akan aksi bersih-bersih di sepak bola Indonesia.

Erick mengaku akan memberikan sanksi berat pada pihak yang terlibat pengaturan skor di Indonesia.

Sanksi tersebut adalah degradasi untuk klub yang terlibat dan seumur hidup dilarang berkecimpung di sepak bola nasional untuk pemain dan wasit terlibat.

Erick Thohir yakin cara itu bisa mencegah terjadinya pengaturan skor.

"Jangan main match fixing. Kalau match fixing langsung didegradasi saja. Kalau ada match fixing, ditangkap dan itu langsung degradasi. Wasit dan pemain hukum seumur hidup," tegas Erick Thohir.

Selain itu, Menteri BUMN tersebut juga telah mengeluarkan gebrakan dengan membentuk Komite Ad Hoc Suporter sebagai bentuk keseriusan pembenahan suporter.

Erick berpendapat komite Ad Hoc suporter dibentuk atas dorongan dan keinginan bersama agar potensi persoalan suporter dan pihak keamanan bisa ditekan seminimal mungkin dan mencegah tragedi Kanjuruhan serta kerusuhan yang melibatkan suporter lainnya tidak kembali terulang.

"Saya ingin agar pecinta sepak bola bisa menikmati olahraga ini, lalu pulang ke rumah dengan selamat. Suporter jika ingin sepakbolanya maju dan baik, maka harus terlibat dalam upaya perbaikan," terang Erick.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler