Erick Thohir Buka-bukaan soal Laba BUMN, Jangan Kaget

Selasa, 19 Oktober 2021 – 15:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal laba atau keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal laba atau keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia menyebut transformasi BUMN yang dilakukan beberapa tahun belakangan telah membuahkan hasil.

BACA JUGA: Bang Martin Angkat Bicara soal Pembenahan di Kementerian BUMN, Simak Kalimatnya

Kinerja itu, kata Erick, terlihat dari melejitnya laba bersih seluruh perseroan milik negara hingga 356 persen (yoy) pada semester I 2021.

"Kami punya net income tahun kemarin semester I itu Rp 6 triliun, kumulatif satu tahun Rp 13 triliun, tahun ini semester I sudah Rp 26 triliun. Karena apa, karena transformasi, efisiensi," kata Erick Thohir pada Ulang Tahun ke-57 RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (19/10).

BACA JUGA: Pemuda Pancasila Minta Erick Thohir Tegas Menegakkan AKHLAK Pancasila di BUMN

Erick Thohir menegaskan pada akhir 2021 hingga awal 2022 pihaknya bakal fokus pada transformasi BUMN sektor pangan.

Pasalnya, sektor pangan akan dibidik jadi penggerak ekonomi Indonesia ke depan melalui transformasi holding BUMN pangan.

Menteri BUMN menyebut dirinya tidak segan-segan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris di BUMN pangan apabila kinerjanya dinilai tidak memuaskan.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Erick Thohir mengatakan dirinya telah menjalankan transformasi BUMN dengan perampingan perusahaan yang dinilai terlalu banyak jumlah.

Erick bakal memfokuskan bidang usaha yang sebelumnya tidak efisien, salah satu transformasi human capital akan dilakukan yakni dengan mengganti jajaran direksi yang berkinerja buruk dengan yang lebih baik.

"Di mana BUMN ini terlalu besar sehingga sulit diawasi. Lalu juga terlalu banyak bisnisnya, sehingga tidak ada fokusnya," tegas Erick.


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler