Erick Thohir Puji Moonshoot BRIvolution 2.0, Ada Kata Yakin soal Metaverse

Jumat, 17 Desember 2021 – 13:03 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir yakin BRI dapat menjawab tantangan di era metaverse. Foto: BRI

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BRI terus bertransformasi dan telah mencanangkan visi untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group In Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion” pada 2025.

Pasalnya, digitalisasi dan adaptasi teknologi semakin masif digunakan di era metaverse atau internet masa depan.

BACA JUGA: HUT ke-126 BRI, Mewujudkan Transformasi untuk Memberi Makna Indonesia

Menteri BUMN RI Erick Thohir yakin BRI dapat menjawab tantangan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya di era metaverse.

Erick menyebut jangkauan bisnis BRI yang sudah tersebar hingga ke wilayah rural, hal itu membuat bank pelat merah itu dapat lebih agile dalam penerapan digitalisasi.

BACA JUGA: HUT ke-126, BRI Bangkitkan UMKM hingga Rights Issue Luar Biasa

Erick pun mengapresiasi BRI yang telah melakukan transformasi dan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan ke depan.

Menurut Erick, penguatan teknologi yang dilakukan BRI dapat menunjang klasterisasi usaha yang digodok oleh BRI.

BACA JUGA: BRI Life Optimalkan Layanan Lewat Cara ini

“Saya ingin meminta ekosistemnya dibentuk. Bahaya kalau kita membuat klasterisasi tanpa menyiapkan metaverse-nya. Tapi saya percaya BRI yang sudah punya brand di pedesaan, UMKM, bisa membuat strategi “moonshoot” dari perusahaan yang bisa berjalan optimal,” katanya.

Erick mengakui bahwa kemampuan BRI yang agresif melakukan ekspansi semakin didukung dengan integrasi dan konsolidasi anak usaha melalui Holding BUMN Ultra Mikro.

Melalui aksi korporasi rights issue yang mencapai Rp 95,9 triliun, BRI kini terkonsolidasi dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang kuat di segmen ultra mikro dan mikro.

Erick menyebut kehadiran Holding BUMN Ultra Mikro bisa menjadi lokomotif pemulihan ekonomi. Holding UMi mampu menjadi memantik permodalan di segmen ultra mikro.

Dia optimistis pemulihan ekonomi nasional dapat terakselerasi secara optimal.

“Kami bisa membuktikan penggabungan ini bagaimana market percaya bahwa kalau mempunyai bisnis model yang baik, bisnis proses yang baik. Artinya, inilah yang akan banyak BUMN lakukan dan telah dilakukan BRI, agar mempunyai bisnis model fokus yang jelas. Supaya menjadi lokomotif besar dan bisa bersaing dalam keterbukaan pasar yang semakin terbuka karena digital,” tambah Erick.

BRI diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam penyaluran permodalan bagi segmen ultra mikro dan UMKM. Komposisi segmen UMKM dalam proporsi kredit BRI diproyeksikan bisa mencapai 85 persen pada 2025.

“Saya ingin memastikan, dengan holding BUMN Ultra Mikro, menjadikan BRI sebagai leader yang akan memastikan UMKM berkembang baik dan menjadi besar,” jelas Erick.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan pada 2016 pihaknya sudah merancang strategi untuk menjaga pertumbuhan perseroan melalui konsep besar BRIvolution 1.0.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BRI yang juga dihadiri oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir dan juga Wakil Menteri BUMN yang juga Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta pada Jumat (17/12).

Program tersebut diuji coba pada 2017 dan telah dilaksanakan hingga 2020 lalu. Saat itu, berlandaskan BRIvolution 1.0. Namun, sejak awal 2020 masalah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Oleh karena itu, transformasi BRI dilanjutkan menjadi BRIvolution 2.0, dan visi besar BRI pun turut diubah menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia.

Sunarso menyadari hadirnya tantangan ini dan mendorong BRI untuk semakin melibatkan seluruh komponen anak perusahaan.

Fokus lainnya, lanjut Sunarso adalah menjadi Champion of Financial Inclusion. Hal itu akan mengembalikan fokus bank dengan jejaring terluas di Tanah Air tersebut pada khittahnya di segmen UMKM termasuk usaha Ultra Mikro (UMi).

Champion of Financial Inclusion pun dimaksudkan untuk menjaga pertumbuhan berkesinambungan BRI.

Pihaknya mencari sumber pertumbuhan baru dengan prinsip go smaller, dengan fokus pada segmen usaha yang lebih kecil dari mikro yakni ultra mikro.

"Tentunya dengan tenor pendek sesuai kebutuhan atau go shorter," kata Sunarso.

BUMN perbankan itu pun memperkuat digitalisasi layanan jasa keuangannya atas prinsip go faster, sehingga prinsip go cheaper atau berbiaya murah dan efisien tercipta.

“Transformasi yang dilakukan oleh BRI difokuskan pada dua area utama, yakni digital dan culture. Transformasi digital dilakukan dengan fokus untuk mendapatkan efisiensi melalui digitalisasi proses bisnis, dan menciptakan value baru melalui new business model”, ungkap Sunarso.

Sunarso menambahkan dalam mewujudkan visi BRI 2025, pihaknya telah memiliki dan tengah mengimplementasikan inisiatif strategis dalam BRIvolution 2.0.

"Gagasan paling ambisius dan akan menjawab target menantang BRI ke depan kita namakan sebagai Moonshot, setidaknya terdapat 4 inisitif Moonshot," kata dia.

Di luar itu, masih ada sejumlah inisiatif lain yang menjadi langkah konkret BRI dalam menghasilkan financial value, sustainability perusahaan.

"Serta social value bagi masyarakat Indonesia," tegas Sunarso. (jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... BRI Jadi BUMN Terbaik versi Majalah Investor, Sunarso Sabet Top National Banker


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler