Erick Thohir Tegaskan TKN Jokowi Tak Terkait Duit 'Serangan Fajar' Bowo Golkar

Jumat, 29 Maret 2019 – 20:10 WIB
Erick Thohir. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya tidak ada hubungannya dengan 400 ribu amplop berisi duit yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor perusahaan milik legislator Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Meski Golkar ikut mengusung Jokowi - Ma'ruf, namun Erick merasa keberatan jika kasus yang menyeret Bowo dikait-kaitkan dengan upaya memenangkan duet bernomor urut 01 itu.

Erick mengatakan, tak ada bukti bahwa ratusan ribu amplop di kantor Bowo untuk memenangkan Jokowi - Ma’ruf. Sebab, uang dalam amplop yang ditemukan KPK diduga untuk membeli suara pendukung Bowo di pemilihan legislatif (pileg).

BACA JUGA: Jokowi: Berlibur Silakan, Tapi Jangan Sampai Golput

"Nah, berita-berita fitnah luar biasa hari ini, (dibilang) ada hubungan dengan pilpres. Yang menyebar berita fitnah tidak mungkin kami, masak kami menusuk diri sendiri? Itu jelas bahwa tidak ada hubungannya dengan pilpres, tetapi pileg," kata Erick di Jakarta, Jumat (29/3).

Baca juga:

BACA JUGA: Jokowi Selalu Unggul dari Prabowo, Hasto Ingatkan Kader Jangan Terlena

Bowo Sidik Pangarso Diduga Gunakan Uang Suap Untuk Serangan Fajar Pemilu 2019

Kronologi KPK Bekuk Bowo Sidik Golkar dalam OTT Suap Distribusi Pupuk

BACA JUGA: Bantulah Prabowo Menang agar Bawa Habib Rizieq Pulang

Pengusaha muda bos Mahaka Group itu menambahkan, KPK juga tam membuat pernyataan yang menyebut uang di kantor Bowo untuk pemenangan di pilpres. Menurutnya, pernyataan KPK sudah memperjelas soal uang di kantor Bowo.

“Bedakan antara pribadi (pemilihan caleg, red) dan pilpres. Dan terbukti hari ini," kata Erick. 

Sebelumnya KPK menetapkan Bowo sebagai tersangka penerima suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terkait distribusi pupuk buatan BUMN. Dalam proses penggeledahan, KPK menemukan 400 ribu amplop berisi uang yang diduga akan digunakan untuk serangan fajar jelang Pemilu 2019.(tan/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketum MCM: Masjid Tidak Boleh Dijadikan Tempat Kampanye


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler