Fadel Muhammad Sarankan 4 Hal Untuk Hadapi New Normal

Senin, 06 Juli 2020 – 19:19 WIB
Fadel Muhammad. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengatakan ada empat hal utama dalam menghadapi new normal.

Pertama, Fadel menyebut aspek psikologi.

BACA JUGA: Fadel Muhammad Kecewa Atas Kebijakan Arab Saudi

Dia menjelaskan, memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan setiap saat, memang harus dilakukan.

"Jadi, kalau kita jaga seperti begini maka kita akan terus merasa diri survive, jiwa pun tenang, kita menghadapinya dengan baik," kata Fadel dalam diskusi Adaptasi New Normal di gedung parlemen, Jakarta, Senin (6/7).

BACA JUGA: Bangkitkan Perekonomian Nasional, Fadel Muhammad Minta Pemda Gerakkan Ekonomi

"Jadi, itu saya kira efek psikologi yang ada sekarang ini. Orang-orang sekarang makin bersih, ke mana-mana menggunakan masker dan menjaga kesehatan," tambahnya.

Kedua, Fadel menjelaskan ialah aspek kesehatan.

BACA JUGA: Fadel Muhammad Apresiasi Kemendikbud Tunda Siswa Kembali Bersekolah

Menurut dia, masyarakat sekarang tanpa sadar sangat terbiasa meningkatkan kesehatan tubuh, mengonsumsi vitamin, serta rajin berolahraga.

"Jadi, kesehatan faktor yang sangat utama sekarang ini yang terlihat dalam menghadapi new normal," ungkapnya.

Ketiga, kata Fadel, aspek teknologi.

Ia menjelaskan dulu mengukur gaji seseorang dengan tingkat kehadiran.

Misalnya, dari pukul 8.00 atau 9.00 sampai 16.00 hingga 17.00.

Namun, kata dia, sekarang ini untuk mengukur gaji orang itu tidak dari kehadiran atau jam kerja, tetapi produktivitas, serta inovasi yang diberikan.

"Sekarang di Prancis, Amerika Serikat, semua bergeser, dan orang menghitung seperti begini (bukan berdasar jam kerja). Jadi, tekhnologi juga luar biasa banyak yang berkembang saat ini," kata mantan gubernur Gorontalo itu.

Keempat, Fadel menegaskan ialah masalah pendanaan.

Nah, Fadel mengusulkan kalau bisa bunga bank untuk usaha mikro kecil menengah itu turun, dan kalau bisa satu persen saja.

"Sekarang saya melihat keadaan yang ini saya berpikir bahwa harusnya bunga bank sekarang turun kepada UMKM dan sebagainya, satu persen saja," jelas Fadel.

Ia mengaku pernah berdiskusi dengan beberapa temannya bahwa industri pariwisata, perhotelan, restoran dan sebagainya sangat berat.

Para pengusaha ini, kata Fadel, kebanyakan berutang di bank.

Namun, kata Fadel, masalahnya ialah bank tidak mau menurunkan suku bunganya. 

"Maka kami setelah berpikir dan melihat keadaan, sebaiknya beranikan diri turunkan saja agar lebih liquid dan kemudian yang ini disubsidi oleh pemerintah," katanya.

Menurut Fadel pula, orang yang punya duit di bank tidak mau mencairkan depositonya.

Sehingga deposito bunganya tetap lima persen sampai enam persen.

"Perbedaan yang ada saat ini adalah harus pemerintah yang berani memberikannya. Jadi, pemerintah yang mensubsidi perbedaan tadi. Tanpa ini tidak akan liquid," kata dia.

Fadel menegaskan kalau ekonomi tidak liquid, maka akan kesulitan.

Sebab, sampai saat ini pengusaha menengah maupun kecil dalam keadaan yang sulit dan tidak liquid.

"Tanpa ada keberanian dari pemerintah maka tidak liquid. Kalau ini tidak liquid, maka pasti PHK lebih besar dan keadaan lebih rusak dan empat bulan dari sekarang akan lebih sulit lagi," kata Fadel. (boy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler