Fadli Zon: Berlebihan Anggap PAUD Terpapar Radikalisme

Senin, 02 Desember 2019 – 20:17 WIB
Fadli Zon. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fadli Zon tidak percaya bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah terpapar radikalisme.

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu mengatakan terlalu berlebihan menyebut PAUD sudah terpapar radikalisme.

BACA JUGA: Sindir Reformasi Birokrasi, Fadli Zon Sebut Janji Jokowi Seperti Balon Kempis

“Saya itu termasuk yang tidak terlalu percaya bahwa banyak institusi-institusi apalagi PAUD itu terpapar radikalisme. Saya kira itu agak berlebihan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12).

“PAUD inikan untuk anak-anak ya, masa radikalisme. Macam apa ini ya, saya tidak melihat itu,” tambah Fadli.

BACA JUGA: Densus 88 Antiteror Sudah Membekuk 74 Terduga Teroris

Fadli menilai dagangan isu radikalisme harus dihentikan karena ini akan merugikan pemerintah sendiri.

Dia menilai isu ini semacam pelarian dari kegagalan pemerintah menunaikan janji-janjinya, seperti ekonomi, kesejahteraan dan lainnya.

BACA JUGA: Fadli Zon: Negara Harus Hadir Melindungi Habib Rizieq Shihab

“Akhirnya jualannya dagangan itu soal radikalisme, terorisme. Itu jualan kuno dan barang basi yang sebenarnya merugikan kita sendiri,” katanya.

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menjelaskan ketika negara sedang menarik investor luar seharusnya pemerintah tidak menakut-nakuti dengan isu radikalisme, terorisme.

“Kita ingin menarik investor dari luar, terus ketika ingin menarik investor kita takut-takuti pula misalnya di sini banyak orang radikal, teroris dan sebagainya. Bagaimana orang investor itu mau masuk, kita sendiri yang nakut-nakuti mereka,” tegasnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan hingga saat ini masih ada indikasi bahan pembelajaran yang dipergunakan di sekolah-sekolah di Indonesia mengandung unsur radikalisme.

Ma'ruf menjelaskan bahan pembelajaran yang terpapar unsur radikalisme tersebut, terindikasi ada di tingkat Sekolah Dasar (SD), termasuk juga di PAUD.

“Ada bahan ajar yang masih menggunakan bahan-bahan yang di dalamnya terindikasi ajaran yang radikal," kata Ma'ruf di Desa Tangkilsari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari Antara. (boy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler