Fadli Zon Tantang Lembaga Survei Umumkan Penyandang Dana

Rabu, 09 Januari 2019 – 19:01 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan elektabilitas Joko Widodo lebih unggul dari Prabowo Subianto di pemilihan presiden. Fadli mengatakan, survei sekarang banyak tidak akurat.

“Ya survei-survei ini kan hanya indikator ya. Saya seringkali mengatakan, sekarang ini banyak sekali survei-survei itu sudah tidak akurat,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/1).

BACA JUGA: Soal Debat Capres, Fadli Zon Setuju dengan Pak JK

Bukan tanpa alasan Fadli berkata demikian. Menurut dia, metodologi survei dipakai itu mungkin perlu dievaluasi. Apalagi, di era media sosial sekarang, ketika masyarakat mempunyai banyak sekali informasi yang langsung.

Dia lantas mencontohkan survei pilkada Jawa Barat beberapa waktu lalu, pasangan yang diusung Partai Gerindra Sudrajat-Akhmad Syaikhu, hanya diposisikan memperoleh enam hingga tujuh persen. Namun, kata dia, dalam kenyataannya pasangan itu memperoleh 29 persen. Pun demikian pilkada Jawa Tengah. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, Sudirman Said-Ida Fauziyah disurvei hanya memperoleh 10 persen. Namun, ungkap Fadli, dalam kenyataannya pasangan Sudirman-Ida berhasil memperoleh 42 persen.

BACA JUGA: Fadli Yakin Tim Prabowo Bersih dari Pembuat Hoax Surat Suara

“Jadi harusnya mereka ini, lembaga-lembaga survei ini, malu ya. Karena mereka gagal-gagal terus. Kalau di luar negeri sih sudah membubarkan diri karena persoalan integritas,” kata wakil ketua DPR ini.

Selain itu, Fadli menambahkan, selama ini lembaga survei di Indonesia tidak membuka siapa sebetulnya yang menjadi penyandang dana atau membayar mereka. “Menurut saya, penting deklarasi siapa yang membayar lembaga survei ini. Pasti ini terkait pajak, terkait juga terhadap pemasukan bagi negara,” ujarnya.

BACA JUGA: Fadli Zon: Pembocoran Soal Bikin Debat Pilpres Tidak Asyik

Fadli juga mengatakan, sebenarnya perlu ada pengaturan terhadap lembaga-lembaga survei karena selama ini kerap memberikan informasi yang tidak akurat. “Jadi, kalau dikatakan ada semacam undecided voters dan sebagainya, padahal kalau dalam survei kami sudah tidak lagi lagi. Mereka ini (undecided voters) juga mendukung Pak Prabowo,” katanya.

Menurut Fadli pula, berdasar hasil survei internal mereka, jarak antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi sudah sangat tipis. Karena itu, dia yakin, Januari 2019 ini, Prabowo-Sandi bisa melampaui Jokowi-Ma’ruf.

“Jangankan tiga bulan, tapi bulan ini juga sudah pasti terkejar. Bulan ini akan semakin terkejar dan Maret akan semakin solid dan akan semakin kompak. Saya kira ini akan memperkuat kemenangan Bapak Prabowo-Sandi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hasil survei Indikator Politik Indonesia, Jokowi-KH Ma’ruf memperoleh elektabilitas 54,9 persen, dan Prabowo-Sandiaga Uno 34,8 persen. Politikus Partai Golkar yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku tidak heran dengan keunggulan Jokowi. Sebab, ujar dia, hampir semua survei mengunggulkan Jokowi.

“Selain juga para kader partai kami yang tidak maupun yang duduk di parlemen selalu bergantian mengejar dan menjaga agar suara yang belum menentukan pilihan itu pada akhirnya di ujung memilih Pak Jokowi,” ungkap Bambang, Rabu (9/1).(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli: Cuitan Andi Arief Bukanlah Bentuk Penyebaran Hoaks


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler