Fahri Hamzah Buka Sayembara, Janjikan Rp 100 Ribu Bagi yang Bisa Tangkap Harun Masiku

Selasa, 31 Oktober 2023 – 18:05 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah membuka sayembara bagi siapacpun yang mampu menangkap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku.

Dalam cuitan di akun media sosial X miliknya, Fahri mengaku bakal memberikan imbalan sebesar Rp 100 ribu bagi siapa saja yang mampu menangkap mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) itu.

BACA JUGA: Datangi KPK, Anak Buah Jenderal Sigit Ini Laporkan Keberadaan Harun Masiku Cs ke KPK

"Yang bisa tangkap Harun Masiku aku kasih Rp 100.000 ok," ujar Fahri. Dia pun telah memperbolehkan cuitannya untuk dikutip.

Ketika dihubungi,Fahri mengatakan bahwa sampai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki PR untuk segera menemukan Harun Masiku.

BACA JUGA: Harun Masiku Dikabarkan Berada di Kamboja, Polri Ambil Langkah Ini

Pasalnya dengan menangkap Harun, diharapkan KPK dapat membongkar salah satu modus penting terkait kecurangan dalam Pemilu.

Mengingat Harun diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

BACA JUGA: Harun Dicopot dari Jabatannya, Edy Rahmayadi: Itu Adik Kelas Saya

"Salah satu PR terbesar KPK adalah menemukan Harun Masiku untuk mengungkap salah satu modus terpenting dalam kecurangan Pemilu yang pernah ada," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10).

Fahri menilai penangkapan Harun seharusnya dapat dilaksanakan sebelum Pemilu 2024 resmi dilaksanakan. Menurutnya hal itu menjadi penting agar dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak terlibat untuk tidak melakukan aksi serupa.

"Hal ini penting dilakukan sebelum Pemilu berlangsung meskipun waktunya singkat tetapi ini mengingatkan bahwa aktor Pemilu curang telah ditemukan untuk mengingatkan yang lainnya agar tidak curang," tuturnya.

Dia juga berharap dengan adanya penangkapan Harun maka aksi kecurangan yang melibatkan KPU dalam kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) tidak lagi terulang di masa yang akan datang.

"Prinsipnya adalah bahwa kecurangan Pemilu pada masa lalu itu harus menjadi pelajaran penting dan Harun Masiku adalah pengingat terpenting dari kecurangan di masa lalu," kata dia.

Harun Masiku harus berhadapan dengan hukum lantaran diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

Dia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.

Terhitung sudah lebih dari 850 hari KPK tidak mampu menangkap Harun. Mantan penyidik KPK Novel Baswedan sempat menyampaikan keraguannya Harun bakal ditangkap di masa kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti mengungkapkan Harun berada di dalam negeri. Hal itu berdasarkan data perlintasan yang bersangkutan.

Krishna menyampaikan itu setelah melakukan pertemuan dengan pimpinan dan struktural KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/8). (cuy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Khofifah Menemui Harun Calon Haji Tertua RI Berusia 119 Tahun: Mohon Doanya untuk Jawa Timur


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler