Fahri Hamzah Sebut Jokowi Lemah Sekali, Begini Analisisnya

Kamis, 19 April 2018 – 14:47 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melancarkan kritik soal tingkat kekompakan para pembantu Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja. Dalam pengamatannya, pembantu-pembantu presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu seperti berjalan sendiri-sendiri.

"Dalam pengamatan saya, Pak Jokowi itu orang-orangnya masing-masing. Tidak kompak timnya Jokowi itu," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/4).

BACA JUGA: Pesan Presiden Jokowi untuk Pelaku Industri Busana Muslimah

Menurut Fahri, ketidak-kompakan Kabinet Kerja bisa berpengaruh pada elektabilitas Jokowi untuk periode kedua pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, tim yang kurang kompak akan membuatJokowi rawan dan gampang dikalahkan.

"Cuma kalau lawannya lebih lemah, ya dia menang. Tapi saya lihat Pak Jokowi, wah nih kok timnya tidak kompak, sporadis ya," ujarnya.

BACA JUGA: Tantang Jokowi, Sam Aliano Seperti Lawan Mike Tyson

Fahri lantas mencontohkan tidak kompaknya tim Jokowi di bidang politik ataupun ekonomi. "Makanya banyak ngomong salah, kan?" katanya.

Sebagai contoh adalah persoalan tenaga kerja asing. Sebab, masing-masing menteri punya pendapat sendiri.

BACA JUGA: Buka IIMS, Jokowi Bicara soal Revolusi dan Industri Otomotif

"Angkanya ngaco, yang ini bilang ribuan, yang ini bilang ratusan ribu, yang ini bilang jutaan. Pokoknya saya tidak melihat Pak Jokowi itu kuat, lemah sekali menurut saya," paparnya.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku tahu cara mengalahkan Jokowi di Pipres 2019. Namun, jika rival Jokowi di mendatang ternyata lebih lemah, maka mantan gubernur DKI itu bakal menang lagi.

"Itu yang saya lihat sekarang ini, Pak Jokowi lemah, tapi lawannya terlihat lebih lemah," katanya.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tampil Gaul di IIMS, Jokowi Picu Inovasi Industri Kreatif


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler