Fans Rasis, Spanyol-Rusia Terancam Sanksi

Kamis, 28 Juni 2012 – 09:13 WIB
Fans Spanyol. Foto: Getty Images

WARSAWA - UEFA terus berusaha memerangi rasisme di bidang sepak bola. Setelah sebelumnya menjatuhkan sanksi bagi Kroasia, giliran Spanyol dan Rusia yang bakal mendapat ganjaran serupa dari UEFA.
 
Hari ini komisi displin UEFA bakal bertemu untuk membahas tindak lanjut permasalahan itu. Jika tidak ada kendala, maka hari ini juga sanksi bagi kedua negara yang merupakan kekuatan besar sepakbola Eropa itu bisa dijatuhkan.
 
Dalam pernyataan resminya, otorita sepakbola tertinggi di benua Eropa itu menyebut Spanyol dan Rusia sudah gagal mengatur pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan ke arah rasisme. "Besok (hari ini, Red) kami akan memulai proses penyelidikan terkait pelanggaran kedisiplinan itu," tulis UEFA.
 
Aksi rasis pendukung Spanyol itu terjadi pada laga perdana kala melawan Italia. Dalam pertandingan tersebut, pendukung La Furia Roja " julukan timnas Spanyol " meneriaki penyerang Italia Mario Balotelli dengan suara monyet. Itu sama seperti yang dilakukan pendukung Kroasia.
 
Sementara aksi serupa juga dilakukan para pendukung Rusia saat melawan Republik Ceko. Jika Italia punya Balotelli yang kerap menjadi sasaran rasisme, Ceko punya Gebre Selassie yang kebetulan sama-sama berkulit hitam. Selassie juga mendapat teriakan suara monyet dari pendukung Rusia.
 
Hanya, walaupun sama-sama melakukan aksi rasisme, kedua negara ini memiliki nasib berbeda. Bagi Spanyol, ini adalah sanksi pertama mereka. Sedangkan bagi Rusia, jika sanksi ini dijatuhkan, maka ini akan menjadi yang keempat kalinya tim Beruang Merah " julukan Rusia " itu menuai sanksi disiplin dari UEFA.
 
Dalam kasus rasisme pendukung Kroasia lalu, UEFA hanya sebatas menjatuhkan sanksi denda kepada federasi sepakbola Kroasia HNS. Untuk kasus teriakan monyet kepada Balotelli, UEFA memberikan denda kepada Kroasia sebesar RP 955 juta. Sementara utnuk kedua negara ini masih belum diketahui apa sanksinya.
 
Terlepas dari ancaman sanksi keempat bagi Rusia itu, ketua RFS Sergei Fursenko memilih untuk mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil setelah gagal mengantarkan Andrei Arshavin dkk melaju ke babak perempat final Euro. Fursenko mundur setelah bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin.
 
Dilansir dari Reuters, Fursenko meminta maaf terkait dengan buruknya prestasi timnas Rusia selama Euro 2012. "Ini adalah keputusan sulit yang harus aku ambil sebagai ketua RFS. Aku minta maaf atas hasil buruk kami kemarin," tegas Fursenko. (ren/ruk)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pirlo: Ozil Lebih Berbahaya dari Rooney


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler