Fathqur Bohongi Istri yang Sedang Hamil, Ternyata Bersama Sahabatnya, Sungguh Jahat

Jumat, 02 Juli 2021 – 17:19 WIB
Fathqur dan Reza yang ditembak kakinya karena dinilai membahayakan petugas saat disergap ketahuan mencuri motor. Foto: Dok. Polsek Sukolilo

jpnn.com, SURABAYA - Sungguh jahat perbuatan yang dilakukan Fathqur Rozy Yudik Permana (26) warga Jalan Semolowaru Tengah Gang I, Surabaya. Dia membohongi istrinya yang sedang hamil.

Dia berpamitan kepada sang istri dengan dalih mencari kerja sampingan bersama temannya Fahmi Reza (25) warga Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Bancar, Kecamatan Ngoro, Bojonegoro.

BACA JUGA: Rekrutmen Guru PPPK di Daerah Ini Mendadak Ditunda

Namun, hal itu hanya tipuan. Fathqur bersama sahabat karibnya itu menjadi maling motor.

Aksi itu dilakukan mereka berdua di depan Resto Cha Moga, Jalan Semampir AWS pada Selasa (26/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

BACA JUGA: BEM Universitas Asahan Minta Jokowi Tetap Fokus Bekerja

Aksi pencurian itu diketahui petugas. Saat hendak ditangkap, dua sahabat karib itu melawan. Mereka harus menahan sakit di betis karena tembakan dari polisi.

"Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dan keras tegas terhadap dua tersangka. Mereka juga berupaya melukai anggota dengan besi," kata Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin, Jumat (2/7).

Abidin menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula ketika anggota menggelar patroli kring serse di wilayah rawan kejahatan.

Saat melintas di Jalan Semampir AWS, tim mendapati dua tersangka dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

"Mereka berjalan santai sambil melihat kanan kiri, terkesan hunting motor yang ditinggal pemiliknya," ujar dia.

Tim kemudian memantau aksi kedua pelaku dari kejauhan. Rupanya Fathqur turun dari motornya mengeluarkan kunci T. Melihat hal itu petugas langsung melakukan penyergapan.

"Yang bagian eksekutor melemparkan kunci T ke arah kami sembari melarikan diri. Dinilai membahayakan, kami melakukan tembakan peringatan. Namun, keduanya tetap kabur hingga terpaksa dikumpuhkan," beber dia.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka sudah lima kali melakukan pencurian motor. Rata-rata merek mengincar rumah indekos mahasiswi, kedai kopi, dan kafe.

Kamar indekos mahasiswi dinilai banyak motor yang tidak dikunci setang bahkan dibiarkan menempel di kendaraan.

"Kafe-kafe minim penjagaan dan tidak terpantau dari dalam ruangan juga jadi sasaran mereka," ungkap dia.

Mantan Kasubnit Jatanras Polrestabes Surabaya itu menyebut bahwa Fathqur merupakan residivis spesialis dashbor mobil. Dia selalu menjual hasil curiannya ke Madura dengan harga Rp2,5 juta kemudian dibagi dengan Reza.

"Ngakunya sudah lima kali ini. Kasusnya masih akan terus kami kembangkan, dalami, untuk berusaha mencari tahu kemungkinan TKP lainnya," kata Abidin. (mcr12/jpnn)


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler