Fatih Bilingual School Mendistribusikan Ribuan Paket Daging Kurban

Sabtu, 01 Agustus 2020 – 19:51 WIB
Fatih Bilingual School membagikan 1.770 paket daging kurban. Foto: Humas Fatih Bilingual School

jpnn.com, ACEH - Di tengah wabah pandemi COVID-19, Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan Fatih Bilingual School tetap berusaha menunaikan anjuran agama yang tertuang pada QS Al-Kautsar ayat 2 mengenai berkurban.

Menurut GM Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Mustafa Cakallioglu, berkat dukungan seluruh siswa, guru, staf, orang tua, alumni, tahun ini tetap diselenggarakan pemotongan dan pendistribusian daging kurban yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Ribuan Orang Tertipu Arisan Kurban

"Berbeda karena biasanya pembagian daging kurban fokus di sekolah yang beralamat di Lamnyong dan Lamlagang Kota Banda Aceh. Tahun ini pendistribusian daging kurban diadakan secara sporadis dan langsung ke masyarakat yang membutuhkan dengan pertimbangan protokol kesehatan yaitu mengurangi kerumunan massa," tutur Mustafa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Dia menambahkan, pembagian daging kurban tahun ini bagai hujan di tengah kemarau panjang. Ini karena banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan moral dan pemenuhan nutrisi makanan untuk menjaga imunitas tubuh.

BACA JUGA: Bu Retno Terkejut, Kirim Surat Terbuka untuk Mas Nadiem Makarim

Mustafa menyebutkan, tahun ini ada 21 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dikurbankan.

Daging kurban yang didistribusikan mencapai 1.770 paket, di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh besar yaitu Rukoh, Alue Naga, Lambiheu Lambaro, Lamtimpeng, Kopelma Dusun Barat, Lamtengoh, Kajhu, Bak Buloh, Ule Lung, Cot Geundreut, Neuheun, Kampung Arab, Kampung Tiongkok, Lam Ue, Lampulo, Lamnga, Labuy dan wilayah Aceh Besar lainnya.

BACA JUGA: Anang dan Ashanty Kurban 3 Ekor Sapi, Namanya Unik

"Bekerja sama dengan Keucik (Kepala Desa) daerah masing-masing, daging kurban didistribusikan langsung kepada fakir, miskin, yatim, dhuafa, dan masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19," tambah Nurhadi Hafman, Pimpinan Fatih Bilingual School.

Pemotongan kurban dilakukan sesuai protokol kesehatan dan syariat Islam dengan penjagal berlisensi MUI bekerja sama dengan UPTD RPH Banda Aceh

Tradisi berkurban di masyarakat Aceh memang sangat kental dan selalu menjadi perhatian. Sehari sebelum Hari Raya Iduladha masyarakat Aceh juga mengenal istilah Meugang yaitu tradisi memasak daging dan menikmati bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu.

Secara resmi Meugang telah dinobatkan oleh Kemendikbud sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional sejak 2016 untuk kategori Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan-perayaan.

Meskipun begitu, dalam situasi yang masih prihatin ini budaya tersebut sedikit banyak terdampak karena adanya keterbatasan yang muncul akibat pandemi ini.

"Jika dibandingkan dengan jumlah kurban tahun lalu memang mengalami penurunan. Ketika kondisi ekonomi masyarakat menurun justru tidak mengurangi minat masyarakat untuk berkurban. Kepedulian mereka untuk membantu masyarakat lain meningkat," ucapnya.

Dia berharap, daging yang didistribusikan dapat mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi saat ini. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler