FDS Bukan Barang Baru di Indonesia

Sabtu, 13 Agustus 2016 – 14:25 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Wacana full day school yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuai pro dan kontra di masyarakat. ‎Padahal, menurut pejabat Direktorat Pendidikan Bappenas Amich Alhumami, full day school bukan barang baru di Indonesia.

"Di Kabupaten Jombang, sekolah para kiai, ada SMA yang secara tegas menyebut full day school. Jadi biasa aja," kata Amich dalam diskusi 'Duh, Pendidikan Tak Pernah Sepi Persoalan'‎ di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (13/8).

BACA JUGA: Tolong Bapak Presiden, Bebaskan Pendidikan dari Agenda Politik

Amich menyatakan, pro dan kontra mengenai full day school sebenarnya bisa dihindari apabila sudah ada perumusan lengkap sebelum wacana itu dilemparkan ke masyarakat.

"‎Belum dilakukan perenungan mendalam tentang gimana harusnya ide full day school ditawarkan ke publik atau gimana cara dilaksanakannya, tapi udah disampaikan ke publik oleh menteri," tutur Amich.

BACA JUGA: Banyak Sarana Prasarana yang Belum Memadai Dijadikan Tempat Belajar

Konsep full day school yang belum dirumuskan dengan baik itu menimbulkan banyak penafsiran dari masyarakat. Misalnya saja, pengaplikasian full day school bisa menyebabkan terjadi kekerasan dalam pembelajaran atau pelanggaran hak asasi manusia terhadap anak.

"Padahal, kalau dikatakan secara pelan-pelan, full day school bukan barang baru di kita," ‎‎ungkap Amich.(gil/jpnn)

BACA JUGA: KPAI Dukung Penguatan Pendidikan Karakter Siswa

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah soal Kekerasan pada Guru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler