Ferdinand Curiga Ada Operasi Selamatkan Anies dari Kasus Formula E yang Diusut KPK

Sabtu, 13 November 2021 – 21:49 WIB
Ferdinand Hutahaean mencium operasi selamatkan Anies Baswedan dari kasus Formula E yang diusut di KPK. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri Ferdinand Hutahaean curiga ada upaya mengaburkan informasi terkait pengusutan dugaan korupsi proyek Formula E oleh KPK.

Ferdinand juga melihat ada penggiringan opini bahwa lembaga antirasuah itu telah menghentikan pengusutan dugaan korupsi penyelenggaraan event balap mobil listrik yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Tampaknya ini ada operasi di balik layar untuk menyelamatkan Anies secara opini maupun dalam proses hukum yang sebenarnya," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Sabtu (13/11).

BACA JUGA: Ada yang Coba Giring Opini, KPK Tegaskan Status Kasus Formula E

Namun, dia sudah mengetahui bahwa pengusutan dugaan rasuah dalam proyek Formula E oleh KPK belum berhenti.

"Plt jubir KPK sudah menjelaskan bahwa Formula E terus diusut, tidak dihentikan," tandas mantan politikus Partai Demokrat itu.

BACA JUGA: Bripka PS Bikin Malu Polri, Kapolda Irjen Panca Sampai Minta Maaf

KPK pun menyadari ada pihak yang mencoba menggiring opini kasus dugaan rasuah pelaksanaan Formula E.

Lembaga antirasuah mengingatkan bahwa timnya sedang bekerja mencari bukti dan bahan keterangan.

BACA JUGA: Heboh Oknum Kemenag Borong Kamar Hotel Jelang Muktamar NU Lampung, Gus Fahrur Angkat Bicara

"Menanggapi simpang-siurnya informasi di masyarakat terkait penanganan perkara Formula E bahwa kami memastikan penyelidikan KPK terhadap penyelenggaran Formula E masih berproses," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (13/11).

Fikri menjelaskan penyelidik masih terus mendalami berbagai data dan informasi, serta mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, dia meminta pihak-pihak yang berkepentingan tidak mencoba menggiring opini.

"Kami harap publik memberi kesempatan KPK untuk fokus bekerja dan tidak mengembuskan opini maupun kesimpulan-kesimpulan prematur yang justru akan kontraproduktif," ucap Fikri. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler