Ferdinand Hutahaean Mualaf, Banyak yang Ragu, Dia Bereaksi, nih Kalimatnya

Sabtu, 08 Januari 2022 – 11:24 WIB
Ferdinand Hutahaean mengaku mualaf. Foto: Ricardo/dokumentasi JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian berbau SARA.

Pelaporan ini buntut dari cuitan Ferdinand Hutahaean melalui akunnya di Twitter @FerdinandHaean3.

BACA JUGA: Komentar Menag soal Pengakuan Ferdinand Hutahaean Mualaf

Eks politikus Partai Demokrat ini sempat mencuit soal 'Allahmu ternyata lemah'. Cuitan itu dibuat Selasa (4/1). Namun, kini cuitan itu sudah dihapus.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," bunyi cuitan Ferdinand.

BACA JUGA: Ferdinand Mengaku Mualaf & Minta Maaf, Begini Reaksi Arief Poyuono

Ferdinand Hutahaean dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Senin (9/1).

Belakangan, Ferdinand Hutahaean mengungkap pengakuan perihal keyakinannya.

BACA JUGA: Twit Ferdinand, Chandra Memberi Pendapat Hukum, Ada Kata Selesai

Pria kelahiran 18 September 1977 itu mengaku dirinya seorang muslim dan mualaf sejak 2017.

Banyak netizen pun meragukan soal pengakuan Ferdinand Hutahaean tersebut.

Lantas, bagaimana tanggapan Ferdinand Hutahean soal keragunanan netizen atas pengakuannya yang mualaf sejak 2017.

Eks Politikus Partai Demokrat itu tak mempersoalkan sikap orang lain tentang keyakinannya itu.

Pasalnya, kata dia, yang menjalankan kehidupan adalah dirinya sendiri.

Ferdinand juga mengatakan hubungannya dengan Tuhan merupakan urusan pribadinya.

Berikut pernyataan lengkap Ferdinand Hutahaean:

"Soal ragu-meragukan, itu hak tiap orang. Saya sudah berkali-kali bilang selama ini saya tidak pernah mau mendeklarasikan diri siapa, orang mau bicara saya enggak sekolah, saya tidak mau tanggapi, saya tidak perlu itu di dalam kehidupan saya.

Saya harus menjelaskan siapa kepada orang lain, tetapi yang menjalani kehidupan adalah saya. Saya hidup untuk diri saya dan hubungan saya dengan Tuhan saya adalah urusan pribadi.

Kalau orang meragukan, itu hak mereka, tidak apa-apa. Semua kosekuensi kehidupan ini akan kita terima pada waktunya nanti.

Ketika kita ragu ini, kita ragu itu, kita tidak percaya itu. Semua itu akan mengandung sebuah konsekuensi, apakah kita terima di masa kehidupan atau akan kita terima nanti pada akhirnya ketika kita berpindah ke alam lain.

Masalah orang menjalankan agamanya secara benar atau tidak, kan, itu tegantung hidup masing-masing.

Banyak juga orang yang sudah sejak awal memeluk agama tertentu, tetapi tidak pernah menjalankan apa yang menjadi hal yang diatur di dalam agama tersebut.

Apalagi yang berpindah dan masih belajar, ya itu lah kehidupan. Bagi saya tidak masalah kalau pun diragukan.

Saya hanya meminta konsekuensi dari keraguan itu, tentu akan diterima apakah di alam kehidupan ini atau alam kehidupan berikutnya." (cr3/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler