Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang jadi Daya Tarik

Selasa, 21 Desember 2021 – 11:25 WIB
Festival 7 Sungai Desa Wisata Cibuluh Subang jadi daya tarik wisatawan. Foto: dokumentasi pribadi

jpnn.com, SUBANG - Desa Wisata Cibuluh memiliki potensi wisata alam yang memikat, dari mulai pegunungan, air terjun hingga muara sungai dari tujuh aliran sungai.

Untuk menarik minat wisatawan sekaligus mensyukuri alam yang diberikan Tuhan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjung Siang menggelar atraksi wisata Festival 7 Sungai, yang berlangsung Sabtu dan Minggu (18-19/12).

BACA JUGA: Mbak SS Sempat Begituan 4 Kali Sama Teman Prianya di Apartemen Surabaya, Ujungnya Pahit

Tahun ini menjadi tahun keenam penyelenggaraan Festival 7 Sungai.

Festival ini merupakan atraksi wisata yang menarik diambil dari budaya masyarakat setempat dalam mencari nafkah, seperti bertani dan mencari ikan.

BACA JUGA: Perjuangan Mas Menteri Sandi Menyambangi Desa Wisata Nusa Aceh

Dalam rangkaian Festival 7 Sungai ditampilkan berbagai kesenian dan budaya untuk menarik wisatawan.

Di antara yang menarik dari rangkaian Festival 7 Sungai adalah bagaimana cara masyarakat setempat dalam menangkap ikan. Dipusatkan di Sungai Cipunegara festival ini berlangsung seru, meriah namun juga tetap khidmat.

BACA JUGA: 2 Orang Ini Masuk Penjara Lagi, Sukurin

"Di acara ini wisatawan diperkenalkan dengan budaya sungai, budaya bercocok tanam, budaya kesenian, dan permainan tradisional yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa. Kali ini wisatawan disuguhkan dengan atraksi menangkap ikan," ujar Koordinator Pokdarwis Kecamatan Tanjung Siang, Subang Mang Udan.

Menurut Mang Udan, sebenarnya ada banyak alat dan cara dalam menangkap ikan di masyarakat desa Cibuluh. Pada Festival 7 Sungai ini ditampilkan dua cara menangkap ikan, yakni ngecrek dan ngeprok.

Ngecrek ialah dengan cara melempar-lempar jaring ikan sementara ngeprok memukul-mukul air sungai dengan bambu agar ikan berkumpul dan lari kedalam perangkap yang terbuat dari bambu atau disebut bubu.

Menurut Mang Udan, Festival 7 Sungai juga digelar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan.

"Dengan festival ini kami berharap akan tumbuh kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai kita agar tidak kotor dan tercemar, tidak ada sampah maupun limbah," ujar Mang Udan.

Sementara Bambang Subarnas dari Bale Budaya Bandung, yang juga penggagasan Festival 7 Sungai ini mengatakan pandemi yang mewabah sejak Maret 2020 di Indonesia, telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Desa Wisata Cibuluh juga merupakan salah satu desa terdampak.

Sektor pariwisata Desa Cibuluh yang dibangun sejak tujuh tahun lalu, mengalami kelesuan.

"Festival 7 Sungai yang keenam pada tahun 2021 ini masih dalam suasana pandemi covid-19. Warga desa tetap berhidmat melaksanakan event bersama sesama warga, karena 7 sungai yang mengalir di tubuh desa, adalah urat nadi kehidupan selama beratus atau beribu tahun: mengaliri sawah, menyuburkan ladang, membersihkan kotoran, bahkan tempat melarung bali ari-ari yang dilahirkan seorang ibu. Karenanya festival ini adalah bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Bambang.

Festival 7 Sungai yang keenam mengambil tema “Caikiwari” (sunda: yang bermakna harfiah air pada masa kini). Tema ini dicetuskan melalui musyawarah tetua dan perwakilan warga desa sebagai upaya untuk melihat kenyataan air sungai dalam konteks masa kini.

"Sungai sebagai slah satu sumber daya alam yang sangat vital ini, tak bisa dipungkiri tengah terancam oleh ekploitasi, baik untuk pemanfaatan jangka panjang maupun pemanfaatan jangka pendek," kata Bambang.

"Festival 7 Sungai ini saya gagas pada akhir tahun 2015, sebagai bagian dari program pengembangan Desa Cibuluh menjadi Desa Wisata. Ini merupakan event promosi sekaligus miles stone evaluasi tentang pencapaian warga desa," kata Bambang.

Dikatakan Bambang event ini sudah terhubung dengan River Network, jaringan masyarakat sungai internasional.

Festival 7 Sungai diharapkan akan tetap terus berlangsung, bukan hanya sebagai ajang promosi pariwisata, lebih dari itu menjadi sarana untuk mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai secara bijak, agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan warga.

Sementara itu, Kabid Destinasi dan Produk Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Subang Ida Erlinda mengatakan Kabupaten Subang memiliki beragam potensi wisata alam. Mulai dari pesisir laut utara, dataran tengah, hingga dataran tinggi.

"Tak hanya itu, Subang juga memiliki destinasi wisata budaya yang menarik, salah satunya Desa Wisata Cibuluh di Kecamatan Tanjung Siang. Lokasi Desa Wisata Cibuluh berjarak sekitar 37 km dari pusat Kota Subang," kata Ida.

Desa Wisata Cibuluh, pada awal 2017 mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota.

Wisatawan yang bekunjung ke desa ini dapat menikmati keindahan alam dan sajian budaya masyarakat setempat. Dengan pesona alam pedesaan, pesawahan, kolam ikan, sungai-sungai yang mengalir, air tejun, rimbunnya pepohonan, segarnya udara, serta keramahan masyarakatnya, Desa Cibuluh menjadi desa wisata yang diunggulkan untuk menarik wisatawan.

"Karena itu kami bangga dan mengapresiasi atas inisiatif dan kreatifitas warga dalam menggelar acara ini. Ini menjadi bagian dari atraksi wisata yang menarik sekaligus ajang promosi wisata desa Cibuluh," kata Ida.

Ida mengakui dukungan dari Pemda Kabupaten Subang untuk desa wisata saat ini memang masih kurang. Dia pun berharap dengan suksesnya acara ini di masa depan dukungan dari pemda akan lebih besar dan nyata lagi.

"Semoga ke depan perhatian pemda akan lebih besar lagi terhadap desa-desa wisata di kabupaten Subang," kata Ida. (rhs/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler