Festival TIK 2022 Diharapkan Percepat Pemulihan Pariwisata Pontianak

Sabtu, 10 Desember 2022 – 23:26 WIB
Festival TIK 2022 hasil kolaborasi Kemenkominfo dengan sejumlah instansi diharapkan mempercepat pemulihan pariwisata Pontianak. Foto: Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pemkot, dan Politeknik Negeri Pontianak menggelar Festival TIK 2022.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Kemenkominfo Bambang Tri Santoso mengatakan data Kemenparekraf di tahun 2021 menyebutkan 409 ribu tenaga kerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan.

BACA JUGA: Kemenparekraf Menggelar Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata

Terdapat pula penurunan Rp 20,7 miliar pendapatan negara.

Tidak hanya itu, tahun 2020 hanya 25 % dari jumlah wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia di 2019.

BACA JUGA: Kominfo Sosialisasikan KUHP Baru di Batam

Hal ini memberikan gambaran dampak dari pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sektor pariwisata. 

"Pemerintah memiliki peran besar melaksanakan program strategis untuk pemulihan sektor pariwisata di tanah air salah satunya melalui Kominfo," kata Bambang Tri Santoso dalam keterangannya, Sabtu (10/12).

Dia menyebutkan dengan memberikan pelatihan langsung ke lapangan hampir satu bulan oleh tim yang mempunyai keahlian di bidangnya untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat desa yang menggeluti bidang pariwisata. 

"Di program ini, kami mendidik generasi muda untuk memiliki skill tertentu di bidang pariwisata, dan bagaimana membuat kemasan pariwisata. Output-nya adalah video teaser, promosi, dan virtual event,“ jelas Bambang.

Sementara itu, Festival TIK ke-11 yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 16-17 November 2022 di Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Pontianak, diikuti 2.600 peserta dari pelajar SMK, mahasiswa, dan masyarakat Pontianak dan sekitarnya, serta ratusan relawan TIK.

Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Fajar Eri Dianto menyebutkan tagline “Ninget Teknologi Nune' Jratn Relawan TIK” yang disematkan pada acara Festival TIK ini menggunakan bahasa Dayak Ketemanggungan Tae yang memiliki makna Melek Teknologi Melalui Relawan TIK. 

"Hal ini dilakukan sebagai upaya penerapan dan sosialisasi teknologi informasi komunikasi agar dapat menyatukan dan memadukan pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia," ujarnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler