Fight Night One Pride Pro Never Quit: Rudy Gunawan vs Theodorus Ginting Bakal Panas

Kamis, 18 Juli 2019 – 01:31 WIB
Theodorus Ginting. Foto: One Pride

jpnn.com, JAKARTA - One Pride Pro Never Quit selaku promotor mixed martial art (MMA) terbesar di Indonesia akan menghadirkan Fight Night di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (27/7).

Fight Night ke-30 nanti akan menyajikan partai utama mempertahankan sabuk juara nasional kelas welterweight One Pride antara Rudy Gunawan melawan Theodorus Ginting.

BACA JUGA: One Pride Pro Never Quit Fight Night 29 Dijamin Sengit

Ahong, sapaan karib Rudy, belum terkalahkan di One Pride Arena. Saat ini dia lebih dikenal sebagai KOKO (King of KO) karena kemampuan tangan kanannya yang bisa mengakhiri perlawanan musuhnya secepat kilat.

BACA JUGA: One Pride Pro Never Quit Fight Night 29 Dijamin Sengit

BACA JUGA: Manjakan Penggemar, One Pride Luncurkan Fitur Terbaru

Pemegang Dan-4 yuyitsu itu mengakhiri semua pertarungan gelarnya dengan KO tidak lebih dari 30 detik.

Hal itu termasuk tiga kali memecahkan rekor KO tercepat di kelas welterweight One Pride.

Permainan bantingan dan kuncian Ahong mengantarnya untuk mewakili Indonesia di cabang olahraga yuyitsu pada Asian Games 2018.

Sementara itu, Theodorus sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang olahraga, termasuk memegang gelar tinju nasional, kejuaraan kickboxing, dan MMA.

Sejak debutnya di One Pride pada September 2017, pemegang sabuk biru Brazilian yuyitsu dari Carlson Gracie ini juga belum pernah terkalahkan.

Pria berjuluk Singa Karo itu dikenal sebagai fighter dengan kemampuan tarung yang lengkap dan bisa mengakhiri perlawanan baik di permainan atas maupun permainan bawah.

Perseteruan antara kedua fighter ini sudah dimulai sejak Februari 2018. Saat itu Theo mengatakan bahwa Ahong bukan siapa-siapa. Theo juga menantang Ahong untuk merebut sabuk juara kelas welter.

Namun, kesempatan itu tidak jatuh padanya. Ahong juga harus memulihkan diri dari patah tangan pada pertandingan terakhirnya sehingga kesempatan Theo pun kembali tertunda.

Selama masa pemulihan Ahong, Theo telah bertarung dua kali dengan mempertaruhkan posisi penantang gelarnya.

Perseteruan keduanya pun semakin panas. Ahong menyebut tindakan Theo layaknya petarung abal-abal dan mental pengecut.

Hal itu dibalas dengan video kekalahan Ahong di test event timnas yuyitsu di Singapura.

Keadaan ini terus memuncak sampai Ahong berkata bahwa Theo melewati batas dengan masuk ke ranah pribadinya yang membuat pertarungan keduanya menjadi urusan pribadi. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler