Food Heroes Day, Mentan SYL Serukan Penguatan Inovasi untuk Pahlawan Pangan

Sabtu, 31 Oktober 2020 – 14:37 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Puncak kegiatan kampanye FAO Indonesia untuk Hari Pangan Sedunia yang diadakan pada Sabtu (31/10), diisi dengan Webinar Food Heroes Day.

Kegiatan ini menghadirkan pahlawan pangan mulai petani, nelayan sampai penggerak komunitas dari kaum muda yang disiarkan live oleh MNC Trijaya FM dan media sosial FAO.

BACA JUGA: Pria Korban Salah Penahanan Ini Terima Kompensasi Rp 10,92 Miliar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan bahwa krisis kesehatan global akibat pandemi Covid-19 membuat membuat bangsa ini merefleksikan hal-hal yang sangat dihargai dan paling mendasar namun sering dianggap remeh, yaitu pangan.

Karena itu dia menyerukan untuk memberikan dukungan kepada para pahlawan pangan, mulai petani, pekerja, penggerak komunitas di seluruh sistem pangan yang memastikan makanan terus bergerak dari ladang, laut, tambak sampai ke meja makan di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian, Mentan Dorong Modernisasi

"Kami memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan, khususnya para petani. Tantangannya memang tidak mudah, tetapi kita harus terus bergerak memberikan pangan kepada lebih dari 200 juta orang di Indonesia," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam rekaman sambutannya untuk Food Heroes Day.

Ketahanan yang melekat pada pahlawan pangan ditantang tidak hanya oleh situasi pandemi saat ini, tetapi juga oleh ketidakseimbangan sistem pangan. Kelaparan dan di sisi lain, obesitas, degradasi lingkungan, kehilangan dan pemborosan makanan, serta kurangnya keamanan bagi pekerja rantai makanan hanyalah sebagian dari masalah yang menggarisbawahi ketidakseimbangan ini.

BACA JUGA: 7 Manfaat Ajaib Air Rebusan Daun Pandan, Nomor 2 Baik untuk Mencegah Diabetes

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tingkat obesitas di Indonesia meningkat dari 14,8 persen pada tahun 2013 menjadi 21,8 persen pada 2018. Sedangkan dari sisi sampah makanan seperti dilansir Economist Intelligence Unit tahun 2016, Indonesia merupakan negara pembuang makanan kedua di dunia yang menyia-nyiakan 300 makanan kg/orang setiap tahunnya.

"Kami membutuhkan tindakan cerdas dan sistemik untuk menyampaikan pangan kepada mereka yang membutuhkan dan memastikan kualitas gizinya. Kami membutuhkan gerakan dari semua sektor untuk mengeluarkan kekuatan inovasi untuk memastikan setiap orang memiliki akses yang pangan bergizi," kata Perwakilan FAO ad interim Victor Mol.

Hari Pangan Sedunia menyerukan solidaritas global untuk membantu semua populasi, dan terutama yang paling rentan untuk pulih dari krisis, dan untuk membuat sistem pangan lebih tangguh dan kuat.

Wakil Direktur Kesehatan USAID Indonesia David Stanton mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), telah bermitra selama lebih dari 14 tahun untuk memajukan kemandirian Indonesia dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, yang berkontribusi pada ketahanan pangan.

"Kami bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat dan kesehatan masyarakat sambil meningkatkan ketahanan terhadap wabah penyakit dan krisis ketahanan pangan untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi generasi mendatang," terangnya.

Diperlukan investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh. Hal Ini mensyaratkan peluang baru yang ditawarkan melalui digitalisasi dan e-commerce, dan juga praktik pertanian yang melestarikan sumber daya alam bumi, kesehatan kita, dan iklim.  

Kebun Kumara, sebuah penggerak komunitas untuk pertanian di perkotaan yang terletak di pinggiran Jakarta, mendukung penduduk kota untuk terhubung kembali dengan alam dengan cara memperkuat pengetahuan tentang menanam makanan dari rumah.

"Bagi kami di Kebun Kumara, menanam pangan dari rumah adalah tindakan sederhana yang dapat membangkitkan kesadaran kolektif seputar pangan dan urgensi memelihara alam sebagai sumber kehidupan,” kata Sandra.

Hari Pahlawan Pangan merupakan puncak dari kampanye Hari Pangan Sedunia 2020, untuk mengapresiasi pahlawan pangan di Indonesia.

CEO Startup di bidang pangan dan pertanian, pemimpin komunitas perkotaan, serta selebriti termasuk di antara pembicara di festival virtual yang berlangsung selama satu hari.

Pahlawanpangan.com, sebuah pameran virtual untuk mengekspos kisah pahlawan makanan Indonesia juga diluncurkan pada acara tersebut.(*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler