Ford Hengkang, Pemerintah Optimistis Pasar Otomotif Tetap Bergairah

Senin, 08 Februari 2016 – 17:37 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Fajar.co.id/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Hengkangnya PT Ford Motor Indonesia tidak akan mempengaruhi industri otomotif nasional. 

“PT Ford Motor Indonesia merupakan agen pemegang merek (APM) kendaraan Ford di Indonesia. Mereka tidak memiliki pabrik otomotif di Indonesia, melainkan hanya melakukan kegiatan penjualan CBU. Tahun ini mereka mengumumkan penghentian operasional keagenannya,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, Senin (8/2).

BACA JUGA: ISC Diklaim Bikin Pertamina Hemat Rp 2,8 Triliun

Menurut Putu, karena tidak melakukan kegiatan industrialisasi di Indonesia, keputusan FMI tersebut tidak berpengaruh terhadap industri otomotif nasional. Namun demikian, ia memastikan, Ford akan tetap menjadikan Indonesia sebagai pasar potensialnya, dimana tingkat penjualannya selama ini telah mencapai 6000-7000 unit mobil per tahun.

“Saya yakin potensi pasar tersebut tidak akan diserahkan begitu saja kepada perusahaan otomotif lainnya. Ford akan menggunakan strategi lain untuk menjual produknya,” tuturnya. 

BACA JUGA: BTN Targetkan Laba Bersih Naik 40 Persen

Di samping itu, FMI tetap berkomitmen menyediakan kesinambungan dukungan layanan purna jual terhadap mobil ford yang ada di Indonesia.

‎Industri otomotif nasional saat ini terus berkembang sesuai dengan harapan. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir terjadi krisis ekonomi dunia yang berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat, produksi dan penjualan otomotif nasional tetap tumbuh.

BACA JUGA: Bos Panasonic Pastikan Tidak Ada PHK Massal

Total volume produksi pada 2015 mencapai 1.098.780 unit. Sedangkan, total volume penjualan pada tahun 2015 mencapai 1.013.291 unit. Diperkirakan, pada tahun 2020 produksi mobil mencapai 2,5 juta unit dengan target ekspor tahun 2020 mencapai lebih dari 600 ribu unit. Dan, produksi pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 4,1 juta unit.

“Kementerian Perindustrian masih optimistis perkembangan industri otomotif di Indonesia akan terus prospektif. Hal ini berdasarkan peluang pasar dalam negeri masih cukup besar dan berpeluang untuk ekspor,” tegasnya.

Hingga saat ini, kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah diekspor ke lebih dari 80 negara. Total ekspor CBU pada 2014 sebesar 202.273 unit dan meningkat pada 2015 sebesar 207.691 unit. Sedangkan, total ekspor CKD tahun 2014 sebesar 108.580 unit dan meningkat pada 2015 sebesar 108.770 unit.‎(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri PUPR Resmikan Rusunawa Pekerja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler