Format Liga 1 dan 2 Tetap Menggunakan Sistem Kompetisi Penuh

Jumat, 27 November 2020 – 21:57 WIB
Direktur utama baru PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita. (ANTARA/HO/PT Liga Indonesia Baru) (ANTARA/HO/PT Liga Indonesia Baru/266708829014101)

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menyatakan format Liga 1 Indonesia musim 2020-2021 yang rencananya bergulir Februari 2021, tidak berubah.

Format penyelenggaraan liga tetap dengan menggunakan sistem kompetisi penuh.

BACA JUGA: Semoga Izin Penyelenggaraan Liga 1 dan 2 dari Kepolisian Terbit Akhir Desember

"Format tidak berubah. Liga 1 akan dilanjutkan mulai pertandingan pekan keempat," ujar Akhmad kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (27/11)

Menurut Akhmad , LIB saat ini terus menyusun jadwal agar Liga 1 bisa berakhir sesuai proyeksi Juli 2021.

BACA JUGA: Terima Kasih Maradona, Berkatmu Napoli Dikenal Dunia!

LIB juga menunggu izin keramaian dari Polri untuk menggulirkan lagi kompetisi.

"Sekarang tinggal mengatur jadwal yang pas bagaimana," ucapnya.

BACA JUGA: Mengenang Maradona, Seluruh Liga Spanyol Melakukan Hal Ini

Untuk Liga 2, Akhmad Hadian pun menegaskan format turnamen tidak berganti.

Liga 2 ditargetkan mulai satu pekan setelah sepak mula Liga 1.

"Untuk Liga 2 mungkin Maret atau awal April 2021 sudah selesai," sambung Akhmad.

Liga 1 dan 2 Indonesia rencananya dilangsungkan kembali mulai Februari 2021 setelah tertunda pandemi COVID-19.

Musim kompetisi pun berubah nama dari musim 2020 menjadi musim 2020-2021. Liga 1 diproyeksikan bergulir Februari-Juli 2021, sedangkan Liga 2pada Februari-akhir Maret/awal April 2021.

Akhmad menggarisbawahi besar subsidi untuk tim Liga 1 dan 2 tidak akan berubah saat kompetisi berlangsung.

Selama liga berputar, setiap tim peserta Liga 1 mendapatkan subsidi Rp 800 juta per bulan.

Sedangkan klub-klub Liga 2 mendapatkan Rp 450 juta pada babak penyisihan grup, Rp 200 juta pada fase delapan besar dan Rp 200 juta bagi setiap klub yang melaju ke semifinal.

Juara Liga 2 berhak atas hadiah Rp 500 juta, sedangkan peringkat kedua mendapatkan Rp 300 juta.

Sebelum kompetisi berjalan pada Oktober 2020-Januari 2021, setiap tim peserta Liga 1 diberi uang kontribusi sebesar Rp 200 juta per bulan.

Untuk Liga 2, masing-masing klub meraup Rp 100 juta per bulan pada periode sama.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler