Formula E Batal Digelar di Monas, Bang Ruhut Merespons, Menohok

Minggu, 10 Oktober 2021 – 12:17 WIB
Ruhut Sitompul. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDIP Ruhut Sitompul mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seharusnya malu karena batalnya pelaksanaan Formula E di Monas.

Sebelumnya, Formula E direncanakan untuk digelar di Monas sehingga penebangan pohon sudah dilakukan untuk menjadi arena sirkuit.

BACA JUGA: Anies Baswedan Bungkam Soal Formula E, Ferdinand Hutahaean Bilang Begini

Ruhut menilai Anies seharusnya memahami hierarki perundang-undangan dari pemerintah pusat, daerah, hingga ke kabupaten/kota.

"Ini main jalan-jalan sendiri, nyatanya enggak keluar, kan, izinnya untuk dibikin di Monas tetapi semua pohon sudah ditebang," kata Ruhut kepada JPNN.com, Minggu (10/10).

BACA JUGA: Formula E Batal di Monas, Ferdinand: Anies Tidak Paham Aturan

Menurutnya, Anies harus merasa malu karena beberapa kegagalan yang terjadi pada program kerjanya.

"Ada enggak malunya dia? Nol persen ke mana? Akan bangun dan RT RW dana, mana? Banyak sekali tetapi lihat, enggak malu itu partai pendukungnya," ujar Ruhut Sitompul.

BACA JUGA: Revitalisasi Berhenti Karena Formula E Batal Digelar di Monas?

Mantan anggota DPR itu menyayangkan penebangan pohon di Monas yang sudah ada sejak lama tetapi tidak ada izin untuk mengadakan Formula E di area tersebut.

Ruhut juga menyarankan Anies Baswedan untuk menyerah menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Enggak mampu dia memimpin Jakarta. Bendera putih aja, lah, mundur. Mau calon presiden (Indonesia, red), partai yang milih itu partai yang pakai kacamata kuda," tutur dia.

Dia menegaskan Anies bertanggung jawab penuh terhadap kegagalan Formula E di Monas.

Ruhut Sitompul bahkan menyebut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebagai seorang pembohong.

"Segeralah kalau mau Jakarta ini kembali lagi yang benar, kembali ke jalan yang benar tetapi orang kayak gitu enggak pernah merasa salah. Pembohong, sudah pembohong, enggak sadar tukang bohong. itu yang ngeri," pungkas Ruhut.(mcr9/jpnn)


Redaktur : Friederich
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler