Fortifikasi Pangan Jadi Solusi Mengatasi Masalah Gizi

Selasa, 13 Agustus 2019 – 21:30 WIB
Gizi yang baik membuat anak ceria dalam beraktivitas. Foto: Dok/Radar Pacitan

jpnn.com, JAKARTA - Ahli pangan dan Ketua Pusat Pangan SEAFEAST IPB Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc mengatakan, masyarakat Indonesia masih mengalami kekurangan gizi mikro, seperti yodium, vitamin A, zat besi, hingga mineral lainnya. Menurutnya, kemiskinan masih menjadi faktor utama penyebab munculnya masalah gizi.

"Karena miskin, tidak semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan makanan sehat dengan mudah, sehingga harus dicarikan solusinya, antara lain fortifikasi pangan oleh dunia usaha,” kata Purwiyatno dalam di sela-sela acara Asian Congress of Nutrition 2019 di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Penjualan Indofood Turun pada Kuartal Pertama 2018

Menurutnya, fortifikasi pangan merupakan metode untuk menitipkan senyawa penting yang diperlukan ke makanan untuk meningkatkan nilai gizinya, sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat. “Vitamin A misalnya, lazim dimasukkan ke produk margarin dan minyak goreng. Sementara yodium dimasukkan ke dalam garam,” ujarnya.

BACA JUGA: Terapi Sel Punca Bisa Sembuhkan Penyakit Mematikan

BACA JUGA: Indofood All Out Sukseskan Asian Games 2018

Pengentasan malnutrisi tidak hanya dilakukan pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab para pihak dalam hal ini perusahaan swasta atau pelaku usaha.

Global Co Chair of Scaling Up Nutrition Business Network (SBN) Axton Salim menyebut bahwa peran industri makanan sangat besar dalam pemenuhan pangan sehat dengan harga yang terjangkau. Melalui Scaling Up Nutrition Business Network, industri berperan dalam gerakan-gerakan yang menyehatkan bangsa. “Ada tiga pilar yang menjadi fokus SBN, yaitu 1.000 Hari Pertama Kelahiran dan Adolescence, Balanced Nutrition, dan Health & Sanitation,” ungkap Axton.

BACA JUGA: Sponsor Datang, Target PSS Sleman untuk Promosi Makin Terang


Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Axton Salim. Foto: Dok Indofood

Pria yang menjabat sebagai Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini mengatakan, dunia usaha memiliki peran penting dalam mengatasi malnutrisi, antara lain dengan menciptakan makanan sehat (fortifikasi pangan), menggunakan bahan pangan lokal dengan biaya produksi yang tidak mahal sehingga bisa dijual dengan harga terjangkau oleh masyarakat.

Menurutnya, Indofood sudah melakukan sejumlah upaya untuk mendukung SUN Movement, antara lain dengan fortifikasi produk pada tepung Bogasari dan Indomie. Produk terigu Bogasari misalnya, ditambahkan vitamin B dan zat besi untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro guna mengatasi malnutrisi. "Indofood juga meluncurkan Govit, jajanan sehat yang mengandung  11 vitamin dan 4 mineral dengan harga terjangkau, yaitu Rp500 per sachet. Untuk makanan pendamping ASI (MPASI), Indofood merilis SUN MPASI yang difortifikasi dengan aneka sumber gizi mikro, juga dengan harga terjangkau Rp500 per sachet.

Selain melakukan fortifikasi pangan, sejumlah inisiatif yang dilakukan Indofood antara lain program Nutrition for Workforce, edukasi remaja melalui aplikasi mobile agar semakin banyak remaja menyadari pentingnya gizi dan tubuh yang sehat, mendorong tumbuhnya start up lokal bidang pangan, gizi dan kesehatan sehingga terbentuk mekanisme yang akan memutus rantai malnutrisi dan kemiskinan.

BACA JUGA: 6 Gangguan Kesehatan ini Mengintai Setelah Makan Daging Kebanyakan

Axton menambahkan, dunia usaha bisa berkontribusi dan berperan aktif dalam pengentasan masalah nutrisi di Indonesia dan mensukseskan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang dicanangkan PBB dan hendak dicapai pada 2030, antara lain dengan bergabung di SBN.

"Perusahaan bisa berkontribusi sesuai expertise masing-masing. Semua bisa terlibat dan mencari inovasi baru untuk menjawab masalah malnutrisi di Indonesia," tandasnya.(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indofood Resmi Jadi Sponsor Utama Arema FC


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler