FPI Kepung Kedubes India, Polisi Lakukan Pengalihan Arus Lalin

Jumat, 13 Maret 2020 – 18:01 WIB
Unjuk rasa FPI. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Kedutaan Besar (Kedubes) India, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Jumat (13/3). Hal ini dilakukan karena ada aksi demo yang digelar ormas Front Pembela Islam (FPI) bersama dengan PA 212.

"Jadi, dari kami sudah menyiapkan rekayasa lalin yang sudah diberlakukan usai salat Jumat sampai kegiatan selesai," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar ketika dihubungi, Jumat (13/3).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Lagi-Lagi Ahok jadi Kontroversi, Demo FPI, Penjelasan BKN terkait Honorer K2

Perwira menengah itu menambahkan, pengalihan arus yang mereka lakukan bersifat situasional. Pengalihan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Adapun rute pengalihan arus yang dilakukan di sekitar Kedubes India:

BACA JUGA: FPI dan PA 212 Perlu Menyimak Jawaban Dubes India untuk Indonesia Ini

Alternatif pertama, pengendara yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said diluruskan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Pancoran atau belok ke kanan Jalan Mampang Prapatan. Arus lalu lintas dari Jalan Mampang Prapatan tepatnya di underpass Mampang yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said dibelokkan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Semanggi.

Arus lalu lintas dari Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Semanggi yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said diputar di kolong layang Kuningan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Pancoran.

BACA JUGA: Didemo FPI Cs, Duta Besar India Bilang Begini

Alternatif kedua, pengendara dari Jalan Rasuna Said belok ke Jalan Denpasar Selatan. Kemudian, belok kanan ke Jalan Denpasar Raya. Pengendara juga bisa belok kiri ke Jalan Besakih, lalu belok kanan ke Jalan Mega Kuningan Barat 1, dan belok kanan ke Jalan Klungkung.

Diketahui, aksi demo yang dilakukan hari ini sebagai reaksi atas konflik di Timur New Delhi. Sebanyak 42 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Massa mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah politik terhadap pelanggaran HAM yang diduga dilakukan kelompok Hindu di India. Bentrok antara umat Hindu dan Islam terjadi sejak Februari 2020. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler