Fraksi PSI DPRD DKI Paksa Gubernur Anies Batalkan Formula E

Kamis, 07 November 2019 – 22:04 WIB
Saat Anies Baswedan melihat kegiatan Formula E. Foto: Facebook

jpnn.com, JAKARTA - Penyelenggaraan Formula E di Jakarta mendapat sandungan. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta memprotes keras Pemprov DKI Jakarta dan memaksa untuk membatalkan balapan mobil formula listrik tersebut, yang dijadwalkan tahun depan.

Protes tersebut bersasar pada kenyataan defisitnya pendapatan DKI Jakarta tahun ini.

BACA JUGA: Sah! Jakarta Masuk Kalender ABB FIA Formula E 2020

"Ini uang rakyat. Saya turun ke masyarakat dan saya lihat masih banyak rakyat yang belum dapat akses air bersih, masih banyak rakyat hidup susah tidak punya modal usaha, gedung sekolah di Jakarta masih banyak yang belum direhabilitasi, ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian," kata anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza Probowo, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis.

Menurut Anthony, penyelenggaraan Formula E 2029 di Jakarta, bakal menghabiskan anggaran triliunan rupiah hanya untuk beberapa hari saja, yang tidak jelas tujuan serta asas manfaatnya di tengah defisit anggaran.

BACA JUGA: Gubernur Anies Klaim Jakarta Dapat Jatah 5 Kali Selenggarakan Formula E

Lebih lanjut, kata Anthony, banyak negara-negara lain yang sudah mencoba menjalankan Formula E merugi, dan tidak mampu melanjutkan program ini untuk tahun-tahun berikutnya.

"Malu kalau kami gaya-gayaan internasional padahal tidak berkaitan dengan perencanaan strategis daerah di Jakarta. Saya tekankan, kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung jangan pakai uang rakyat. Apalagi, tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima. Mana kajian investasinya?" tambahnya.

BACA JUGA: Motor Listrik Terbaru Besutan Kymco, Menggoda!

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PSI lainnya, Anggara Wicitra Sastroamidjojo juga menyoroti penyelenggaraan Formula E tidak ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rancangan Kerja Prioritas Daerah (RKPD) DKI Jakarta.

Selain itu, lanjut Anggara, pihaknya menyesalkan rencana penganggaran Formula E yang tidak tepat sasaran, terlebih, harus diketok DPRD dalam hitungan hari saja, namun sampai saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum memaparkan secara lengkap kepada warga dan anggota dewan, mengenai alasan di balik penyelenggaraan Formula E.

"Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya," kata Anggara.

Cucu mendiang Ali Sastroamidjojo itu juga menilai kegiatan internasional tersebut, tidak berkaitan dengan upaya mendorong penggunaan mobil listrik yang menurutnya usaha itu bisa dilakukan dengan cara lain, seperti menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik.

"Misalnya, Pemprov bikin fasilitas pengisian mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik, tapi kenapa Gubernur Anies Baswedan cuma bikin event panggung?," ucap Wakil Ketua Komisi E itu.

Diketahui, dalam data per 17 Oktober 2019, penerimaan pajak defisit dari target Rp 44.5 triliun, baru diterima Rp 31.5 triliun atau sekitar 70.86 persen dari target. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler