FSGI Simpulkan Uji Coba Sekolah Lima Hari Gagal

Senin, 14 Agustus 2017 – 12:27 WIB
Siswa SD sedang upacara. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan, uji coba sekolah lima hari di 500-1.500 sekolah tidak berjalan maksimal. Di lapangan, banyak orang tua murid yang protes dengan kebijakan tersebut.

“Dari pengamatan kami, proses uji coba, yang menurut Mendikbud sudah dilakukan di 500 – 1.500 sekolah ternyata tidak bisa diuraikan secara sistematik hasil refleksinya, sehingga publik pun dibuat tak paham urgensinya kebijakan ini harus buru-buru diterapkan,” kata Mansur, pengurus Serikat Guru Indonesia Mataram, NTB dalam pernyataan tertulisnya, Senin (14/8).

BACA JUGA: Sekolah Lima Hari, Siswa jadi Korban Beban Jam Kerja Guru?

Uji coba sebelum penerapan seharusnya menjadi landasan kebijakan dibuat. Sebab data lapangan dan praktik, baik di semua jenjang pendidikan serta jenis sekolah (negeri maupun swasta, miskin maupun kaya) terwakili, sehingga akan menjadi contoh dalam implementasi kebijakan. Ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam implementasi kebijakan tersebut.

Sebaliknya, bila uji coba secara akuntabilitas tidak bisa dipertaggungjawabkan kesahihan dan validitasnya kepada publik, maka kebijakan tersebut tidak akan mengubah apapun di dunia pendidikan.

BACA JUGA: Jokowi Bisa Kehilangan Dukungan dari Kalangan Nahdliyin

"Yang terjadi adalah menyiksa anak-anak Indonesia karena berada begitu lama di sekolah," tandasnya. (esy/jpnn)

 

BACA JUGA: Sekolah Lima Hari, Begini Pendapat Siswa dan Ortunya

BACA ARTIKEL LAINNYA... PWNU Tolak Sekolah Lima Hari


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler