Gaet Pasar Tiongkok, Kemenpar Roadshow di Shanghai dan Chengdu

Senin, 29 Mei 2017 – 09:42 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto: Kemenpar

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Sales Mission untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman) dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Perhelatan tersebut dilaksanakan dengan cara roadshow dari 22-25 Mei 2017. Kali ini sasarannya dua kota besar di Tiongkok yaitu Shanghai dan Chengdu.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan Kemenpar dalam roadshow ini menggandeng 10 industri pariwisata Indonesia yang berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Surabaya.

BACA JUGA: Ada Tradisi Tebah Saat Berwisata Religi di Makam Kadilangu Sunan Kalijaga

Selain itu, Kementerian di bawah komando Arief Yahya ini juga bekerja sama dengan perwakilan Garuda Indonesia di Shanghai, guna bertemu dengan puluhan potensial buyers Tiongkok di kedua kota tersebut.

Vinsensius menambahkan, pihaknya di dua kota besar itu juga memaparkan perkembangan Pariwisata Indonesia termasuk 10 Top Destinasi Prioritas atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru dalam Kegiatan Sales Mission Greater China 2017.

BACA JUGA: Sambut Ramadan di Masjid Demak dengan Mengengan

”Bali masih menjadi pilihan utama. Namun demikian, Indonesia memiliki banyak destinasi lain untuk ditawarkan. Termasuk 10 Bali Baru,” ujar dia.

Ke-10 destinasi prioritas tersebut adalah Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo dan Semeru, Mandalika, dan Wakatobi.

BACA JUGA: Kemenpar-Pelni Berkolaborasi Gelar Pesantren Bahari dari Jakarta ke Tanjung Pinang

I Gde Pitana juga berharap, melalui pelaksanaan kegiatan ini, akan membawa dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia hingga pertengahan tahun 2017. Dirinya memaparkan, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus meningkat. Data menunjukkan, tahun 2016 lalu tercatat 1.452.971 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Nusantara.

Tahun 2017 ini, Kemenpar telah menetapkan target kunjungan wisman dari wilayah "Greater China" yang terdiri dari Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong sebanyak 2.453.000. Untuk wilayah Tiongkok saja, kunjungan wisman ditargetkan mencapai 2.037.000 selama tahun 2017. Hingga Maret 2017, tercatat sebanyak 525.035 wisman Tiongkok berkunjung ke Indonesia.

Menurut Pitana, hal lain yang diyakini akan mendorong kenaikan kunjungan wisman adalah kerjasama Kemenpar dengan Baidu (Google-nyaTiongkok). Dengan lebih dari 300 juta pengguna per bulannya, pemerintah yakin Baidu akan banyak membantu brand awareness Wonderful Indonesia di Tiongkok.

"Selain Baidu, aplikasi perjalanan wisata nomor satu di Tiongkok, Qunar, juga dapat membantu wisatawan Tiongkok yang ingin berlibur ke Indonesia, untuk memperoleh informasi mengenai penerbangan domestik dan internasional, paket liburan, hingga informasi lainnya," beber Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bukan hanya Indonesia yang membidik pasar wisman dengan originasi Tiongkok karena merupakan pasar wisatawan terbesar di dunia.

“Hampir semua negara di dunia juga mengincar wisman dari Negeri Tirai Bambu itu. Outbound travellers mereka setahun lebih dari 120 juta orang. Dan mereka juga sudah go digital, 70 persen Chinese Travelers juga sudah look, book, pay dengan digital. Karena itu kami yakin, dengan digital kita bisa tahu persis kesukaan customer kita," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, potensi wisatawan dari China yang besar ini menguntungkan, karena memiliki tingkat belanja tinggi. Pengeluaran rata-rata wisman China USD 1.057 per orang per kunjungan.

"Di samping itu tuntutan wisman China terhadap destinasi kita tidak banyak, sepanjang ada pantai. Meskipun kini mulai ada pergeseran tren wisman China yang mulai menggemari wisata belanja, misalnya di Bali. Ada tren baru masyarakat China yang ke Bali misalnya untuk belanja bahkan ada beberapa yang menggelar pernikahan di Bali," ungkap pria asli Banyuwangi itu.

Menpar Arief Yahya bertekad mengoptimalkan upaya menggarap pasar China sehingga bisa menjaring lebih banyak wisman ke Tanah Air. Dalam agenda roadshow ke sejumlah maskapai (airlines), Menpar Arief Yahya sempat meminta Sriwijaya Air menambah direct flight dari China ke Indonesia.

Tidak hanya Sriwijaya Air, Menpar Arief Yahya juga menyambangi Garuda Indonesia yang berada di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Kepada Garuda Indonesia, Menpar meminta direct flight ke sejumlah destinasi yang ada di China.

“Saat ini saya minta ke Garuda untuk menambah direct flight ke China. Di tujuh secondary cities di China , sudah menggunakan flight carter. Kalau itu dijadikan schedule flight pasti akan lebih bagus untuk menjaring wisman lebih banyak,” katanya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ramadan, Saatnya Berwisata Religi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpar  

Terpopuler