Gaji Jenderal Kalah dengan Lurah di Daerah Ini

Selasa, 27 Oktober 2015 – 12:29 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjenpol Tito Karnavian. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Tingkat kesejahteraan anggota Polri masih harus diperbaiki. Hal ini diperlukan agar bisa mendorong dan menciptakan polisi yang sehat, menghindari pungutan liar dan perbuatan negatif lainnya.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjenpol Tito Karnavian, gaji bersih yang diterima anggota Polri masih kalah jauh dengan gaji pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, Tito menegaskan, penghasilan take home pay seorang jenderal di Polri juga masih kalah dengan Lurah di DKI.

BACA JUGA: Hati-hati! 17 Bandara Ini Perlu Diwaspadai

“Jenderal kalah dengan lurah. Kapolda Metro kalah (gajinya dengan lurah),” ujar Tito yang juga mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, saat menjadi pembicara Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg 24 Tahun 2015 dengan tema “Polri: Melayani dengan Revolusi Mental” di PTIK, Jakarta, Selasa (27/10).

Tito mengaku tak mudah untuk meminta kenaikan gaji kepada pemerintah. Sebab, pasti akan memunculkan pro dan kontra.

BACA JUGA: Politikus PDIP Sebut Postur RAPBN 2016 Manipulatif, Ayoo..Salah Siapa?

“Kalau gaji kita naikan, semua akan protes. Buruh juga akan demo semua,” beber Tito.

Karenanya, Tito berpandangan yang paling realistis adalah meningkatkan remunerasi anggota Polri. “Titik masuk bagi Polri adalah remunerasi,” katanya.

BACA JUGA: MPR: Santri Harus Berperan Dalam Pembangunan

Dia mengatakan, tahun ini sudah naik jadi 58 persen. Ia berharap pada 2019, remunerasi bisa  100 persen. “Jadi, minimal (untuk) Kombes bisa Rp30 juta,” papar Tito.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Revolusi Mental: Kemendagri Ganti 80 Persen Pejabat IPDN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler