Gaji Petinggi ACT Gede Banget, Presiden Pun Bingung

Senin, 04 Juli 2022 – 23:01 WIB
Gaji para petinggi ACT mencapai ratusan juta rupiah. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar merespons soal gaji eks petinggi lembaga itu, Ahyudin Rp 250 juta per bulan.

Hal itu terungkap dalam laporan yang diterbitkan salah satu majalah nasional.

BACA JUGA: Petinggi ACT Diduga Tilap Uang Donatur, Begini Kata Novel Bamukmin, Jleb

Ibnu Khajar pun mempertanyakan sumber dana itu.

"Salah satu alokasi pimpinan ACT Rp 250 juta sumber itu kami tidak tahu dari mana. Kami tidak bisa jelaskan sebenarnya sumber data dari mana," kata Ibnu dalam jumpa pers di Kantor ACT, Cilandak Timur, Jaksel pada Senin (4/7).

BACA JUGA: Sikap Yandri Susanto terkait Kehebohan ACT

Ibnu juga merespons soal fasilitas mewah yang digunakan Ahyudin.

Menurut Ibnu, sejak pergantian kepemimpinan lembaga itu pada 11 Januari, ACT pihaknya telah memangkas biaya operasional.

BACA JUGA: Presiden ACT Buka Suara soal Pengunduran Diri Ahyudin, Ternyata

"Kami kurangi habis operasional, sehingga dana fokus ke lembaga," ujar Ibnu.

Dia juga menyebut perihal mobil Innova untuk direktur eksekutif merupakan sewaan.

Lalu, vice president menggunakan kendaraan Avanza atau Xpander.

"Ini bukan inventaris lembaga, melainkan masih sewa ke vendor," ujar Ibnu.

Ibnu mengeklaim mobil Pajero Sport dan kendaraan lainnya itu hanya digunakan saat tugas ke daerah-daerah.

"ACT lembaga kemanusiaan, sehingga butuh kendaraan, bisa masuk ke daerah-daerah untuk operasional tugas kami di lapangan. Sejak 11 Januari, semua kendaraan sudah kami jual untuk menutupi kewajiban lembaga," tutur Ibnu.

Sebelumnya, lembaga kemanusiaan ACT mengalami gonjang-ganjing akibat adanya penyelewengan dana.

Dalam pemberitaaan yang diterbitkan majalah nasional, menyebutkan eks pendiri ACT Ahyudin mendapat gaji Rp 250 juta per bulan.

Selain itu, Ahyudin juga mendapat fasilitas operasional berupa satu unit Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, dan Honda C-RV.

Adapun untuk jabatan di bawah Ahyudin mendapat gaji dan fasilitas yang tak kalah mewah.

Para petinggi ACT mendulang cuan dari anak perusahaan itu.

Selain itu, uang miliaran rupiah diduga mengalir ke keluarga Ahyudin untuk kepentingan pribadi, yakni pembelian rumah hingga pembelian perabot rumah.

Ahyudin bersama istri, dan anaknya pun disebut-sebut mendapat gaji dari anak perusahaan ACT.

Aliran dana oleh anak perusahaan itu pun diduga melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.

Di sisi lain, dugaan penyelewengan dana  juga dilaporkan terjadi di luar Jakarta.

Di antaranya, dugaan penggelapan pada program Lumbung Ternak Wakaf di Blora, Jawa Tengah.

Lalu, ACT disebut mendapatkan dana Rp 135 miliar dari Boeing untuk membangun 91 sekolah.

Pembangunan sekolah itu bagian dari kompensasi Boeing kepada keluarga korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Namun, sebagian dananya dipakai untuk menutup pembiayaan ACT.

Pada Januari 2022 lalu, pendiri ACT Ahyudin pun mengundurkan diri seusai diminta oleh para pimpinan.

Ahyudin mengeklaim ada 40 orang mendatangi ruang kerjanya.

Dia mengeklaim rombongan itu memaksa menandatangani surat pengunduran diri hari itu juga. (cr3/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler