Galak! Joe Biden Larang Presiden 4 Periode Masuk Wilayah Amerika

Rabu, 17 November 2021 – 13:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto: Reuters

jpnn.com, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak segan-segan menghukum pemimpin negara lain yang dianggapnya terpilih secara tidak demokratis.

Itulah yang terjadi pada Presiden Nikaragua Daniel Ortega setelah pemimpin tiga periode itu kembali terpilih dalam pilpres yang digelar 7 November lalu.

BACA JUGA: Kudeta Presiden 3 Periode, Militer Tunjuk Kolonel Jadi Penggantinya

Kemarin, Selasa (16/11), Biden mengumumkan bahwa seluruh pejabat pemerintahan Nikaragua tidak boleh menginjakkan kaki di wilayah Amerika Serikat.

Larangan berlaku untuk semua pejabat yang dipilih publik, anggota pasukan keamanan, hakim, kepala daerah, dan siapa saja yang dianggap telah menginjak-injak demokrasi di negara Amerika tengah tersebut.

BACA JUGA: Jokowi Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Cuma Tak Mau Lakukan ini

Istri Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo juga masuk dalam daftar hitam larangan perjalanan.

"Tindakan represif dan kejam rezim Ortega serta mereka yang mendukungnya telah memaksa AS untuk bertindak," ujar Biden seperti dilansir Reuters.

BACA JUGA: Megawati Sebut Presiden Dibatasi 2 Periode, Tetapi Partai Bisa Menang Berulang Kali

AS serta sekutunya, Inggris dan Kanada menuding Ortega menggunakan cara-cara kotor, termasuk memenjarakan rival politik dan membungkam media massa, demi jadi presiden empat periode.

Tiga sekawan itu pun kompak menerapkan sanksi kepada sejumlah pejabat teras rezim Ortega.

Beberapa negara Benua Amerika lainnya ikut mempersoalkan kembali terpilihnya Ortega.

Jumat pekan lalu, Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) melakukan pemungutan suara untuk resolusi berisi pernyataan bahwa pemilu Nikaragua tak memiliki legitimasi demokratis.

Hasilnya, sebanyak 25 negara menyatakan setuju dan tujuh abstain.

Washington telah menggunakan sanksi pembekuan aset dan larangan perjalanan untuk menekan rezim Ortega sejak Donald Trump masih jadi presiden.

Namun, semua itu tak membuat Ortega dan antek-antenya gentar. Inilah yang membuat para analis meragukan kebijakan anyar Biden bakal berdampak signifikan.

Ortega yang seorang mantan kelompok geriliya berhaluan Marxist itu menjuluki AS sebagai "Imperialis Yankee".

Dia pun menuding Washington tengah berusaha merendahkan proses pemilihan umum di Nikaragua.

Sikapnya ini mendapat dukungan dari sejumlah rival AS, di antaranya Cuba, Venezuela dan tentu saja Rusia. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler