Gandeng Politeknik Siber dan Sandi Negara, Bank Sinarmas Gelar WRECK-IT 3.0

Jumat, 16 September 2022 – 03:21 WIB
Logo Bank Sinarmas. Foto: Sinarmas

jpnn.com, JAKARTA - Bank Sinarmas kembali berkolaborasi dengan Politeknik Siber dan Sandi Negara menggelar Wreck Information Technology 3.0 atau WRECK-IT 3.0 bertema Go Deep Into Cyber-Physical Security, Towards Resilient Cyber Environment.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring kali ini menampilkan serangkaian perlombaan Capture the Flag, webinar tentang tren teknologi dan keamanan siber saat ini, ditujukan kepada masyarakat umum.

BACA JUGA: eSIM Traveling, Solusi Praktis Terhubung ke Internet Saat Berpergian di Luar Negeri

“Ini wujud komitmen Bank Sinarmas terhadap literasi keamanan siber masyarakat, khususnya keamanan bertransaksi menggunakan jaringan internet," ujar Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo, Kamis (15/9).

Webinar dan diskusi panelis bisa diikuti oleh masyarakat umum, di mana peserta dapat berdiskusi secara interaktif kepada para pembicara yang hadir.

BACA JUGA: Srikandi Ganjar Jawa Timur Rayakan September Berbudaya

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Digital Banking Soejanto Soetjijo mengatakan, sentuhan teknologi digital telah masuk ke dalam semua aspek kehidupan saat ini.

Namun, yang perlu disadari adalah semakin kita terekspos dengan teknologi, maka potensi ancaman siber akan semakin besar.

BACA JUGA: Hadirkan Beragam Layanan, Jamkrindo Permudah Aksesibilitas Finansial UMKM

"Betapa pentingnya siber security ini, makanya saya ingin bersama-sama semua dari industri keuangan, kemudian PSSN bisa melahirkan talenta IT dan kita bisa kerja sama. Kalau itu terwujud maka akan terbangun industri keuangan yang besar dan aman. Dari sisi banking kami selalu ingin meningkatkan perangkat infrastruktur, tapi di sisi pengguna juga harus terus teredukasi, jadi dari hulu ke hilir gitu. Nah ini yang kami harapkan dari WRECK IT ini," jelasnya.

Senada, Direktur PSSN Tjahjo Khurniawan menuturkan, teknologi yang telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat harus diimbangi dengan kesadaran keamanan siber.

Pasalnya pada 2021 saja, pihaknya mencatat ada 1,6 miliar serangan siber di berbagai lintas sektor.

"Oleh karena itu, misi utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keamanan siber dan membangun talenta siber nasional," tegas Tjahjo.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler