Ganjar Beri Semangat untuk Pasien Covid-19 di Klaten

Rabu, 16 Juni 2021 – 20:37 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo di Klaten. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, KLATEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan lawatan kerja ke Kabupaten Klaten, Rabu (16/6).

Di sana, gubernur mengunjungi sejumlah titik untuk mengecek pelaksanaan Jogo Tonggo hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kabar Gembira dari Mas Nadiem, Ada yang Minta Fee Bansos Covid-19 pada Tentara

Pertama, Ganjar berkunjung ke Desa Tijayan, Kabupaten Klaten. Di sana dia menyempatkan diri menengok lokasi isolasi terpusat. Ada sejumlah warga yang sedang isolasi mandiri di sana.

Pak, jenengan pripun kabare? Sing dirasakke nopo? (bagaimana kabarnya? yang dirasakan apa),” tanya Ganjar pada warga tersebut.

BACA JUGA: Ganjar Yakin Jateng Valley akan Jadi Kebanggaan Jawa Tengah

Sae pak, mpun mendingan (sudah membaik pak). Riyin dadane sesek sakniki mboten (dulu dadanya sesak, sekarang tidak),” sahutnya.

Ganjar lantas bertanya di mana kemungkinan warga Tijayan itu terpapar COVID-19. Warga tersebut pun kemudian mengaku sempat bepergian ke Kudus dan Semarang.

BACA JUGA: Parti dan Purmanto tak Sangka Pak Ganjar akan Merenovasi Rumah Reot itu

Untuk itu, Ganjar menitip pesan agar warga yang isolasi tersebut bisa kampanye pada warga agar patuh protokol kesehatan. Pada Kades setempat, Ganjar juga menitip pesan untuk menghidupkan kearifan lokal.

“Diingatkan terus warga sini, kalau perlu pakai toa masjid itu. Setelah azan, biasanya kan dengar lelayon, ini dipakai untuk mengingatkan. Kita jaga bareng-bareng,” kata Ganjar.

Kemudian, Ganjar bertolak menuju ke RSUD Bagas Waras Klaten. Ganjar ingin tahu kesiapan Kabupaten Klaten dan kondisi penanganan COVID-19.

Ganjar memuji pihak rumah sakit. Sebab, bangunan untuk perawatan pasien COVID-19 dan Non COVID-19 sudah dipisah.

Di sisi lain, Ganjar juga mendapat laporan terkait persiapan penanganan COVID-19 di Klaten.

Menurut Bupati Klaten Sri Mulyani, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah aset untuk menambah tempat perawatan pasien COVID-19.

“Kalau umpama tidak terpakai pun (aset perawatan pasien, red), bisa membantu tetangga kiri kanan. Itulah cara menjaga gotong royong dan NKRI dan Klaten ternyata sudah menyiapkan beberapa aset yang kemudian bisa dipakai untuk isolasi,” tambah Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar juga mendukung pihak RSUD Bagas Waras agar terus memperketat SOP bagi tenaga kesehatan sehingga tren nakes yang tak terpapar COVID-19 tetap terjaga.

“Jadi menurut saya ini SOPnya bagus banget. Perawat bisa sehat semuanya itu top, artinya tidak ada bocor itu. Bocor kasar maupun bocor halus enggak ada. Jadi artinya bisa terjaga, mudah-mudahan SOPnya itu tetep diperketat sehingga kita bisa menjaga ini mudah-mudahan kontijensi plan-nya bisa disiapkan dengan baik,” tandas Ganjar.

Saat ini terdapat sebelas daerah di Jawa Tengah yang masuk kategori zona merah COVID-19.

Di antaranya Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Semarang, Wonogiri, dan Karanganyar.

Ganjar mengungkapkan, pihaknya mengajak seluruh kepala daerah untuk kompak dalam penanganan COVID-19.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler