Ganjar Memastikan Peringatan Hari Santri Nasional akan Digelar Secara Virtual

Selasa, 20 Oktober 2020 – 16:40 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo usai bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Mustain Ahmad. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Jawa Tengah akan digelar secara virtual agar tidak membuat kerumunan massa.

Rencananya, peringatan HSN dilakukan di Gedung Gradhika Bakti Praja pada tanggal 22 Oktober mendatang.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Satu Tahun Jokowi-Maruf, Demo Lagi Hari Ini, Berani Menolak Swab Test?

"Kami akan mengikuti upacara yang diselenggarakan oleh Kemenag secara virtual. Kami akan bareng-bareng mengikuti. Ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Mustain Ahmad, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Selasa (20/10).

Ganjar menjelaskan rangkaian peringatan HSN sudah disiapkan dengan menggabungkan beberapa kegiatan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah. 

BACA JUGA: Hari Santri 22 Oktober, Gus Jazil: Masalah antara Agama dan Negara Sudah Tuntas

Di antaranya, lomba Jogo Santri atau menjaga pondok pesantren agar bisa mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, Kemenag juga menggelar khataman Quran yang melibatkan puluhan bahkan ribuan santri secara virtual. Selain itu, ada pemberian bantuan dan beasiswa pembinaan santri yang sudah diprogramkan oleh Kemenag dan Pemprov Jateng.

BACA JUGA: Menag Terjunkan Satgas Bantu Santri Terkonfirmasi Positif COVID-19

"Nanti pemenang dan pemberian hadiah akan disampaikan di sana. Pemberian bantuan dan beasiswa pembinaan juga diberikan hari itu," katanya.

Terkait adanya potensi peringatan HSN secara langsung, Ganjar mengimbau masyarakat agar membatasi jumlah peserta dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Selain itu juga harus dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan atau pejabat setempat. Hal itu agar kegiatan dapat terkontrol mengingat saat ini masih dalam Pandemi COVID-19.

"Umpama mereka di lapangan terbuka 50-100 orang masih bisa di manage, tinggal nanti dikomunikasikan dengan pejabat yang ada di situ agar bisa dikontrol. Kalau tidak bisa lebih baik secara virtual saja, jangan menyelenggarakan secara tatap muka atau beramai-ramai," katanya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler