Ganjar Mengajak Seluruh Elemen Bangsa Tak Bergantung pada Impor

Minggu, 19 Desember 2021 – 20:55 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KAGAMA. Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo mengajak seluruh elemen bangsa tidak bergantung pada impor.

Ganjar mengemukakan pandangannya saat memberi sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kagama yang digelar secara terbatas di Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Sabtu (18/12).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Beri Deadline untuk Kepala Daerah yang Belum Selesaikan Vaksinasi Covid-19

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo terlebih dahulu mengajak seluruh alumni Universitas Gadjah Mada selalu aktif membantu sesama.

Dia juga mengajak seluruh alumni terus membangun kekompakan, kesolidan dan lebih efektif berkarya.

BACA JUGA: Data Satgas COVID-19: Pasien Meninggal Bertambah, yang Terpapar Naik Ratusan Orang

“Rakernas ini digelar dalam keadaan bangsa masih berduka. Saudara-saudara di Lumajang terdampak letusan Gunung Semeru."

"Tercatat 46 warga meninggal dan 9.374 orang mengungsi, gempa magnitude 7,4 di utara Flores, NTT, 346 rumah rusak, dan 770 warga mengungsi”, ujar Ganjar.

BACA JUGA: Mulai Muncul Gerakan Dukung Erick Thohir Maju Pilpres 2024

Menurut Ganjar, Kagama bergerak cepat membantu sesama, bekerja sama dengan Deru UGM dan didukung sukarelawan mahasiswa, terjun langsung ke lokasi musibah, demi membantu sesama.

Selain itu, Komunitas Kagama Lari juga berdonasi dan mengumpulkan total bantuan bagi korban bencara erupsi Gunung Semeru sebesar Rp 428 juta.

Penyerahan bantuan diserahkan secara simbolis dilakukan perwakilan pelari yang telah menyelesaikan lari sejauh 72 km kepada Sekretaris Jenderal PP Kagama AAGN Ari Dwipayana.

Dalam kesempatan kali ini Ganjar juga meminta warga Kagama tetap waspada akan varian baru Covid-19, Omicron.

Caranya, dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dia meminta agar momentum pandemi dapat digunakan untuk menata kembali langkah kehidupan.

Misalnya, dengan tidak bergantung pada impor, membangun ketahanan pangan dengan diversifikasi ekonomi, serta menjaga lingkungan mewujudkan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Jangan semuanya impor, harus mulai percaya dengan kemampuan bangsa sendiri. Di bidang teknologi kesehatan dan kedokteran dan di bidang kehidupan yang lain," katanya.

Menurut Gubernur Jawa Tengah ini, ketahanan pangan sangat penting.

Sebab, pangan adalah sumber kehidupan.

Tidak ada yang tidak butuh pangan.

Karena itu, diversifikasi ekonomi harus dilakukan sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan hanya pada satu sektor.

“Jangan lupa menjaga lingkungan, pangan butuh air. Tidak ada pangan tanpa air, karena itu air harus dijaga dan dikelola dengan baik," pungkas Ganjar.(gir/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler