Ganjar Prihatin, Uang Negara yang Dikorupsi Bisa Bangun 27 Ribu Puskesmas

Selasa, 12 Desember 2023 – 23:52 WIB
Capres Ganjar Pranowo merasa prihatin, uang negara yang dikorupsi besarannya bisa membangun 27 ribu puskesmas. Foto: TPN Ganjar-Mahfud MD

jpnn.com - JAKARTA - Calon Presiden Pemilu 2024 Ganjar Pranowo prihatin dengan korupsi yang terjadi di Indonesia.

Dia sangat prihatin apalagi angka kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi nilainya sangat fantastis.

BACA JUGA: Ekonomi Kerakyatan ala Prabowo-Gibran Bakal Bikin UMKM Tumbuh Subur di Indonesia

Data Indonesia Corruption Watch (ICW) korupsi dalam 10 tahun terakhir telah menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 230 triliun.

Menurut Ganjar, sebanyak itu seharusnya bisa dipakai untuk membuat layanan kesehatan seperti puskesmas di setiap desa di Indonesia.

BACA JUGA: Debat Capres: Anies Bertanya Soal Putusan MK, Nada Prabowo Meninggi, Gibran Berdiri

"Data ICW menunjukkan sekitar Rp 230 triliun dalam 10 tahun terakhir kerugian negara itu terjadi. Ini equivalent (setara) kalau dipakai untuk membuat puskesmas kira-kira 27 ribu," ujar Ganjar dalam debat pertama Capres 2024 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Untuk pengembalian uang negara yang di korupsi, Ganjar berjanji akan mendorong percepatan Undang-Undang Perampasan Aset jika bersama Cawapres Mahfud MD menang pada Pemilu 2024.

BACA JUGA: Polda Riau Kawal Gudang Logistik KPU Selama 24 Jam Penuh

Ganjar juga berkomitmen memiskinkan koruptor dan memberikan efek jera dengan memenjarakannya di Nusakambangan.

"Dari sisi penegakan hukumnya dahulu, kalau saya mulai dari sini. Maka yang mesti dilakukan adalah pemiskinan. Yang kedua, perampasan aset. Maka segera dibereskan Undang-Undang Perampasan Aset dan untuk pejabat yang korupsi dibawa ke Nusakambangan, agar bisa punya efek jera bahwa ini tidak main-main," ucapnya.

Ganjar juga mendorong adanya teladan dan integritas yang baik dari para pemimpin. Hal itu akan memberikan dampak yang baik untuk pemerintahan.

"Edukasi itu mesti ditunjukkan, teladan dari seorang pemimpin dan pemimpin tidak boleh ragu untuk memutuskan itu," kata Ganjar. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berdebat dengan Prabowo, Anies Sebut Ordal Rusak Demokrasi Indonesia


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler