Ganjar Sukses Bikin Ekonomi Jateng Memelesat, Angka Kemiskinan Jadi 10,77 Persen

Minggu, 23 Juli 2023 – 08:44 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil membuat pertumbuhan ekonomi Jateng berada di atas nasional. Hal itu terlihat dari data Badan Pusat Statistik Jateng. Dok: Tim media Ganjar.

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil membuat pertumbuhan ekonomi Jateng berada di atas nasional. Hal itu terlihat dari data Badan Pusat Statistik Jateng yang dirilis pada 17 Juli 2023.

Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan menuturkan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan 1 2023 secara q-to-q sebesar 1,55 persen. Dia berkata angka ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi secara q-to-q pada triwulan 1 tahun 2022 yang mencapai 1,74 persen.

BACA JUGA: Deklarator Projo Seluruh Jawa Deklarasikan Dukungan Untuk Ganjar Pranowo

Namun, Dadang berkata persentase itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar minus 0,92 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah untuk tahun ke tahun pada 2023 melaju sebesar 5,04 persen, sedikit lebih lambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi year on year pada 2022 yang mencapai 5,12 persen.

BACA JUGA: Pantun Rambut Putih dari Hasto di Konsolidasi Parpol Pendukung Ganjar Pranowo

“Namun, kalau kita bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03 persen, Jawa Tengah ini tercatat masih sedikit lebih tinggi,” ujar Dadang dalam keterangan resmi.

BPS Jateng juga mencatat bahwa program penanggulangan kemiskinan pemerintahan Ganjar berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 10,77 persen (turun 0,16 persen dibanding Maret 2022).

Penurunan ini tidak secepat yang diharapkan karena meningkatnya garis kemiskinan menjadi 477.580 (2,73 persen) yang disebabkan kenaikan rata-rata harga pangan.

Kemudian, Indeks kedalaman dan Indeks Keparahan kemiskinan mampu ditekan dengan berhasilnya program-program intervensi kemiskinan. Ini akan mempercepat penurunan kemiskinan selanjutnya.

Ketimpangan pengeluaran penduduk atau gini ratio bulan Maret 2023 (0,369) belum optimal, sedikit melebar dibanding Sept 2022 (0,366).

"Tetapi, pedesaan mampu menekan ketimpangan pengeluaran (gini ratio) dengan pengaruh program bantuan keuangan ke desa. Sehingga, gini ratio perkotaan perlu mendapat perhatian selanjutnya," pungkas Dadang.(mcr10/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ganjar   Ekonomi   Kemiskinan   Jateng   BPS  

Terpopuler